Gara-gara Pinjaman Uang 10 Juta Rupiah Akibatnya Lahan Sawah Dikuasai

Banyuwangi, (MR)
Berawal dari cerita Marsum 54 th warga dusun Telogosari desa Jambewangi yang mengaku sawah miliknya dikuasai oleh Mahmun Efendi tetangganya selama 15 th. Saat ditemui Team media di rumahnya 15/04/2019 Marsum yang didampingi oleh dua saudara misanannya mengaku bahwa dirinya saat itu pinjam uang sebesar Rp 10.000 000 kepada Mahmun Efendi dengan jaminan sebidang sawah seluas 1/4 hektar dengan janji akan dikembalikan setelah punya uang.
Namun saat pinjaman akan dikembalikan oleh Marsum ternyata pihak Mahmun mengaku bahwa tanah sawahnya sudah dijual kepada dirinya, Marsum pun bertanya tanya dalam hati karena menurut Marsum dirinya tidak pernah menjual tanah sawah tersebut kepada Mahmun. “Saya dulu pinjam uang sama Mahmun sebesar Rp 10. 000 000 untuk saya berikan kepada yayasan Amalilah, bukan saya jual,” ucap Marsum.
Marsum  menambahkan, “saya juga bingung mas saya itu pinjam bukan jual, itu sawah bgian saya dari orang tua saya Markidi sesuai kerawangan desa, ya gak mungkin saya jual karena  suratnya masih nama orangtua saya ya kalau saya jual dikutansi harus ada tandatangan tiga Ahliwaris,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi via Telpon 24/04/2019 Mahmun mengaku bahwa dirinya telah membeli sawah kepada Marsum dengan dibuktikan kuitansi jual beli ,” yang jelas saya belok sawah itu sama Marsum dengan bukti kuitansi,” ucap Mahmun.
Untuk perimbangan berita Team juga mendatangi kediaman mantan kepala dusun Telogosari Budi Marianto 25/04/2019. Menurut Budi dirinya pernah didatangi tiga orang diantaranya Mahmun  Efendi, Marsum, Sehadi almarhum .
Budi menambahkan bahwa kedatangan ketiga orang tersebut menurut Budi minta disaksikan terkait jual beli tanah antara Marsum dan Mahmun. “Saya hanya diminta untuk menyaksikan proses jual beli antara Marsum sama Mahmun, selebihnya saya gak tau yang jelas mereka datang hanya itu,” kata Budi
Team media juga mendatangi mantan kepala dusun Sugito atau akrab dengan panggilan pak TO C, di rumahnya 24 /04/2019.
Saat dikonfirmasi TO C menyampaikan bahwa diduga proses pembuatan akta jual beli antara Mahmun dan Marsum, tidak benar, karena mengingatkan bahwa kalau tanah itu masih nama orang tuanya.
“Kalau saya melihat akte jual beli antara Mahmun sama Marsum tidak benar soalnya sawah itu masih atas nama Markidi orang tua Marsum, sedangkan Marsum punya saudara kandung dua orang, Maisah sama Sarman, jadi menurut saya kalau memang dilakukan jual beli harus ketiganya ikut menyaksikannya,” ungkap To C. >>Hr

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.