Gagasan Full Day School Dinilai Bisa Kurangi Gejala Menyimpang Remaja

siswa-madrasah-tengah-belajar-di-perpustakaan-ilustrasi-_121122145204-231_5398e8fabd55eJakarta, (MR)
Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta AM Fatwa mengatakan, konsep full day school yang digaungkan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy perlu didukung. Konsep ini, menurut dia, cukup baik. “Full day school ini selain untuk pembentukan karakter juga penting untuk mengurangi gejala menyimpang anak remaja kita di luar jam sekolah,” katanya, Kamis, (11/8).

Pelaksanaan full day school bisa bertahap mulai dari perkotaan. Beban tambahan biaya harus bisa diatasi karena anggaran pendidikan kita minimal 20 persen dan di beberapa daerah malah lebih.

Gagasan full day school mendapat dukungan dari orang tua siswa yang juga bekerja seharian. Orang tua siswa MTS Yayasan Khairul Ummah Syahroni, Kapuk Muara, Jakarta Utara, Astuti, mengatakan, ia sangat setuju dengan konsep full day school. Sebab, sebagai orang tua, ia harus bekerja sehingga tak bisa memantau anak selama 24 jam. Kalau anak full di sekolah maka guru bisa mengawasi kegiatan anak-anak.

“Daripada anak pulang sekolah jam 1 siang, kemudian nongkrong tak jelas, lebih baik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Biar anak-anak tak kelayapan, nongkrong, merokok, main PS, saya sangat tak suka,” ujarnya.
Justru dengan kegiatan ekstrakurikuler, Astuti mengatakan anak-anak akan memiliki kegiatan yang lebih baik. Selain menambah ilmu kegiatan mereka juga lebih terarah.

“Apalagi pergaulan anak sekarang makin mengerikan. Gadget di mana-mana, bahkan ada anak SD merokok, main kartu, ngomong jorok seperti preman. Daripada anak jadi seperti itu, lebih baik ikut full day school,” katanya. Orang tua, lanjutnya, tak mau generasi muda terkena rokok, apalagi narkoba. Makanya anak-anak membutuhkan kegiatan positif seusai sekolah. (rep) >>Tim

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.