Dugaan Pembakaran Rumah Wartawan Belum Ada Titik Terang

Majalengka,(MR)
TEPATNYA 3 Juli 2012 selasa malam kelabu yang membuat seorang Wartawan Harian Umum Pelita menderita, dimana begitu terjadi kebakaran rumah kontrakannya lagi tidur lelap karena pagi harinya mencari pemberitaan juga membereskan adminstrasi pembayaran koran yang rutin setiap bulannya, itulah kesan seorang wartawan daerah yang dengan rela demi panggilan jiwa dan profesinya tanpa imbalan jasa dari negara maupun perusahaan.
Adanya dugaan pembakaran rumah kontrakannya, sebelum kebakaran yang sangat fatal pada hari Minggu malam penghuni sempat mencium bau tak sedap dan ke esokan harinya ternyata ada bekas kertas yang dibakar dan dimasukan kedalam rumah, hanya kebetulan waktu itu api masuk ke kamar mandi sehingga api tidak menyala, diduga penasaran perbuatan biadab tersebut diulangi keesokan harinya melalui Bopenlight dari belakang dapur dan tepat pada sasaran karena banyak lemari yang sudah lapuk dan mudah terbakar ditambah angin meniup kencang, sehingga tak tertolong lagi dan semua hangus terbakar.
Yang dapat diselamatkan hanyalah mobil doyok dan sepeda motor, semua pakaian penghuni yang tiga orang termasuk neneknya yang berumur sekitar 70 tahun, tidak memiliki pakaian karena habis terbakar. Adanya kejadian tersebut, malam itu pula langsung laporan ke RT setempat di Blok Leuwilenggik Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, tapi sayang sang RT jarang ditempat akhirnya keburu kecium anggota Polres Majalengka dan banyak annggota yang hadir menyaksikan api yang menjilat seluruh isi rumah hangus terbakar.
Tanpa diduga keesokan harinya pada tanggal 4 Juli 2012 yang lalu, Kapolres AKBP Lena Suhayati, SIK, MSi, ikut prihatin dengan adanya kejadian kebakaran rumah wartawan Harian Umum Pelita, bahkan langsung turun ke TKP ( Tempat Kejadian Perkara) yang terletak di Blok Leuwilenggik Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Majalengka. Dengan kehadiran Kapolres Majalengka kepada wartawan yang musibah, dinilai masyarakat sangat positif dan merupakan kasih sayang orang tua kepada anaknya, bahkan dengan tulus Ibu Kapolres menawarkan tempat tinggal sementara, disamping membrikan bingkisan pada korban.
Dari olah TKP termasuk Tim Labher sampai detik ini belum ada tanda-tanda temuan atau dugaan yang hampir merenggut nyawa tersebut, sedangkan pihak pemilik rumah belum menyadari bahwa, peristiwa tersebut ulah manusia atau bukan, karena bukti-bukti dilapangan sampai berita ini diturunkan belum terungkap atau ada titik terang, yang pasti kita tunggu hasilnya. >> Reff

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.