mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Dua Terduga Korupsi Pembangunan Asrama Tambrauw Ditahan

Published on Nov 28 2017 // Investigasi-Report
Sorong, (MR)
Dua tersangka dugaan korupsi pembangunan asrama mahasiswa Kabupaten Tambrauw tahun anggaran 2014, Selasa kemarin dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri Sorong. Tersangka yang dilimpahkan adalah Hugo Lian Somba, Direktur perusahaan Huvclair, dan Andarias Aropi, PPTK pada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sorong Muhammad Setyawan, SH saat dikonfirmasi membenarkannya. “Benar bahwa penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Sorong Kota telah menyerahkan dua tersangka dan juga sejumlah barang bukti, dengan dilimpahkannya tersangka dan barang bukti, dalam waktu dekat kami sudah bisa melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Manokwari,” katanya.
Lebih lanjut Setyawan menjelaskan, berdasarkan hasil audit BPK RI, negara mengalami kerugian sebesar 642.551.720 rupiah. Pembangunan asrama mahasiswa kabupaten Tambrauw ini hanya sampai 68,88 persen, berdasarkan progres pekerjaan. Seharusnya pekerjaan pembangunan sudah selesai. Pasalnya, anggaran yang cair 100 persen, jelasnya.
Setyawan menambahkan, besaran anggaran yang dicairkan tahun 2014 adalah 2.208.100.000 rupiah. Dengan demikian anggaran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, seperti yang sudah saya katakan tadi sebesar 642.551.720 rupiah.
Karenanya perbuatan kedua terdakwa ini dijerat dengan pasal primair pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1,2 dan 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Subsidair pasal 3 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1,2, dan 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP, tambahnya.
Sampai sejauh ini, kata Setyawan, pihaknya masih menunggu pengembalian uang dari kedua tersangka. Sehingga akan menjadi pertimbangan terkait hal-hal yang meringankan dalam penuntutan. Selain melimpahkan tersangka, sejumlah barang bukti berupa dokumen kontrak juga turut dilimpahkan. Setelah menjalani pemeriksaan, kedua tersangka kami tahan selama 20 hari kedepan untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Manokwari menjalani persidangan, ujar Muhammad Setyawan. >>Deo

Leave a comment