mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Drama Pelarian 6Terdakwa Ilegal Fhising, Tetapkan Mat Simpeng Dan Eko Jadi TSK?.

Published on Jun 20 2018 // Natuna Membangun

 

Natuna(MR)- Dalam waktu singkat Kepolisian resort Natuna, berhasil menangkap 2 orang pelaku turut membantu kaburnya 6 orang tahanan asing dari kantor Kajari Natuna.

Dua oknum masyarakat tersebut, Mat,Sipeng (Tukang Ojek), dan Eko, Pemilik Pompong. Keduanya di tahan di polres Natuna .

Dalam keterangan Persnya Kapolres Natuna, bersama Danlanal Ranai , Kajari Natuna,dan Ketua DPRD duduk berdampingan untuk memberitahu pasal dan ancaman apa dituduhkan kepada keduanya.

Menurut Kapolres ,dengan sinergitas antara Pemerintah, TNI, Kejaksaan Dan Polres Natuna,,.Alhamdulilah pelaku oknum, membantu terdakwa ilegal fhising dapat ditangkap. Itu tidak terlepas dari niat baik yang tulus , dalam mengungkap kasus ini. Menurut Kapolres , dua warga Natuna ini, telah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan.

Namun Orang no satu di Kepolisian Natuna itu, belum bisa berbicara panjang lebar, terkait kaburnya nelayan asing terdahulu , apakah ada kaitannya dengan ini.”Saya tidak mau bicara panjang lebar, Kita fokus terhadap dua orang ini”. Kalau dikaitkan, belum ada mengarah ke sana.Namun NUGROHO berkata, tidak tertutup kemungkinan penyelidikan bisa mengarah ke sana.ucapnya.

Hari ini pihak Kepolisian ,menetapkan pasal 242, kepada dua Warga Natuna ini, yakni, turut serta membantu terdakwa melarikan diri, dengan ancaman hukuman 7 penjara. Namun tidak tertutup kemungkinan akan ada pasal berlapis, bisa Kita berikan .
Tergantung pada saat penyelidikan. Ini masih dalam pengembangan .Tegas Kapolres .

Ia juga meminta, dalam hal penyelidikan, Kita bukan mencari benar salahnya , tapi bagaimana hal seperti ini, tidak terulang lagi.Sehingga masyarakat tau bahaya dan ancaman hukumannya.

Tidak perlu mengharap yang tidak pasti, tapi bagaimana bisa berbuat demi keamanan dan Kemajuan Natuna.Ujar AKBP Nugroho Dwi Karyanto.saat konprensi pers di ruang rapat Intelkam polres Natuna, Rabu 20/06/2018.Ia juga menghimbau agar masyarakat pesisir khususnya nelayan, jika menemukan orang asing, agar segera melaporkan, baik lewat media, kepolisian maupun lanal. Sehingga hal semacam ini cepat diatasi.

Tempat sama Kajari Natuna Juli Isnur, SH MH, mengakui kaburnya terdakwa ilegal Fhising merupakan kasus yang sangat menarik. Disinilah letak keseriusan Kepolisian, Lanal Ranai dan Kejaksaan bisa dilihat.

Dalam waktu singkat, tanpa kenal waktu, Saya kontek2 kan dengan Kapolres, Danlanal, terkait perkembangan dilapangan.Tiga unsur ini, ditambah Satpol PP, terus melakukan penyelidikan dan pencarian dilapangan.

Sementara itu Danlanal Ranai, kolonel, Harry Setyawan.telah berkoordinasi dengan seluruh Posal diwilayahnya. Kemudian meminta Kapal KRI untuk melakukan pencarian di zona ZNE.

Saya juga lakukan penyisiran sampai jam 1 malam berlayar hingga ke Pulau laut , guna melakukan sosialisasi dimasyarakat. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Ketua DPRD Natuna Yusripandi, yang hadir pada saat itu, memberi apresiasi kepada Kapolres, Danlanal dan Kajari, telah dapat mengungkap kasus ini dengan cepat. Kegelisahan ditengah masyarakat terkait siapa dalang dibalik pelarian 6 terdakwa ilegal Fhising ,terjawab sudah.

Ia juga berjanji akan berkoordinasi dengan Pemkab Natuna, guna membangun rumah detansi, tempat para Terdakwa ilegal Fhising, sehingga tidak bebas berkeliaran ucapnya. Semoga kejadian ini, jadi pelajaran bagi Kita semua./Roy.

Leave a comment