Disperindag, Pastikan Produk Ikan Makarel , Ditarik Dari Pasar.

 

Natuna(MR)-Kepala Disperindag Natuna Helmi Wahyuda, telah meminta pelaku pasar, untuk menarik semua jenis ikan kemasan, merek makarel ditarik dari pasaran.

Hal tersebut dilakukan
,mengingat adanya surat edaran dari BPOM Pusat, agar segera melakukan razia dan meminta semua jenis ikan kemasan kaleng merek makarel di tarik , ucap Kadisperindag, saat ditemui diselah selah acara MTQ, Selasa 27/03.

Menurutnya, ketika prodak makarel santer diberitakan, pihaknya sudah dua kali melakukan razia, di sekitar Kota Ranai.

Dari sejumlah toko yang didatangi, ada 6 didapati menjual prodak ikan kaleng merek makarel. “kami sudah lakukan pengecekan, tapi tidak ditemukan cacing, seperti yang ditemukan di daerah lain.

Meski demikian, pihaknya sudah menghimbau, kepada pelaku usaha, agar produk ikan kalengan, merek makarel ditarik dan tidak diperjual belikan, ucap Helmi.

Kami masih akan melakukan razia lagi, terhadap produk makarel.Apa bila masih ada pengusaha yang bandel dan menjual merek makarel?, maka Kita sendiri yang melakukan penarikan ucapnya.Dan tidak tertutup kemungkinan merek lain juga ikut diperiksa.

Helmi mengatakan, saat ini pihaknya hanya melakukan koordinasi, belum ada sangsi tegas bagi mereka yang masih menjual produk itu.

Piral berita , ketika BPOM) RI menemukan 27 merek ikan makarel (sarden kalengan) positif mengandung parasit cacing jenis Anisakis Sp. Produk ikan makarel kalengan mengandung cacing pertama kali, ditemukan di wilayah Riau. Kemudian dikembangkan BPOM di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito menyampaikan pada temuan pertama hanya ada tiga merek ikan sarden , mengandung cacing. Namun, setelah pemeriksaan dikembangkan, bertambah menjadi 27 merek.

“Dari 66 merek ikan makarel serta 541 sampel ikan, 27 merek positif mengandung parasit cacing,” ucapnya saat konferensi pers di Kantor BPOM RI, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).lansir dari merdeka.com.

16 di antaranya merupakan produk impor, 11 produk dalam negeri. Beberapa merek kerap ditemukan di pasaran seperti ABC, King Fisher, Gaga, Pronas, dan beberapa merek lainnya.

Penny mengatakan, pihaknya menelusuri dan berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait temuan ini. Koordinasi dengan KKP dilakukan untuk mengetahui asal usul produk dan bahan baku. Ikan makarel hanya ditemukan di perairan luar Produk sarden dalam negeri yang ditemukan mengandung parasit cacing, bahan baku dipasok dari luar negeri.

“Ikan makarel tak ditemukan di perairan Indonesia. Dan secara natural memang mengandung parasit cacing. Tentu menjadi tugas Badan POM untuk menjamin produk yang diproduksi dan diedarkan, disini layak komsumsi. Agar makanan tersebut memenuhi standar ,hygienic (higienitas), keamanan,dan mutunya dijamin. papar Penny.

Tindakan dari BPOM akan menarik produk sarden kalengan dari pasaran. Dalam hal ini BPOM RI telah meminta kepada BBPOM di seluruh Indonesia melakukan penarikan. Selain itu juga pihaknya akan menyetop masuknya 16 merek sarden kaleng impor ke Indonesia.

“Untuk produk dalam negeri kita setop karena bahan bakunya datang dari luar, terindikasi mengandung cacing . Kami terus mengembangkan,” ujarnya.

Merek-merek yang ditemukan tidak mengandung cacing juga akan diteliti. Jika ditemukan produksinya akan dihentikan.

“Kita banned , agar tidak bisa lagi impor dan diproduksi dalam negeri,” jelasnya.

BPOM juga meminta kepada KKP agar menginformasikan temuan ini ke pihak pemasok bahan baku ikan makarel di luar negeri supaya menghentikan impornya./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.