mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Direksi Administrasi Keuangan dan Jasa Hambur-Hamburkan Uang Rakyat?

Published on Jun 11 2013 // Berita Utama

suparman Bukhary Perusda NatunaNatuna (MR)

Sepuluh Bulan sudah, pelantikan Direksi Usaha jasa dan Direksi Administrasi keuangan dilantik oleh Bupati Natuna. Selama sepuluh bulan, Kedua Direksi ini,diprediksi telah menghabiskan anggaran “Ratusan juta rupiah”. Wajar saja jika Perusda Natuna selalu kolaps dan tidak pernah untung, dalam masalah hasil, karena dana habis “dihambur-hamburkan”dengan dalih perjalan Dinas luar untuk mencari investor.

Hal tersebut dikatakan Ketua ICW Kabupaten Natuna Amrullah saat ditemui diruang kerjanya Selasa, 4 Juni 2013. Amrullah mengatakan, untuk apa kedua direksi ini selalu berangkat, setiap minggu?,.Terlebih pada Direksi Administrasi dan Keuangan.Apa alasan Bukhori berangkat terus ,pada hal sudah jelas tugas dan pungsinya, mengurusi masalah administrasi dan keuangan secretariat Perusda, bukan untuk jalan-jalan keluar Daerah mestinya dia harus jaga gawang.

”Saya dengar, SPPD mereka sekali berangkat ke Daerah Batam, aja mencapai belasan juta, Jika di hitung setiap bulan, kedua Direksi ini dapat menghabiskan anggaran Ratusan juta /bulan. Dari dulu sampai sekarang, Perusahaan Daerah Milik Pemerintah ini, hanya mampu menghabiskan anggaran saja, bukan menambah PAD.

Dengan demikian, Perusda patut kita beri penghargaan nominasi, salah satu mesin penguras APBD. Karena sejak berdiri sampai sekarang, masih mengharapkan subsidi APBD. Pada hal sudah ratusan juta dikucurkan. Bahkan berbagai program yang dilaksanakan selalu gagal, dan berdampak merugikan keuangan Daerah.Mulai dari Pembangunan, Pabrik ES, Pabrik, Minyak Kelapa, di Klarik, Penyanggah Batu, Pasir, Penyanggah Cengkeh, semuanya hancur berantakan.Yang lebih memprihatinkan lagi, beberapa Pabrik yang telah di bangun, kini jadi tempat penginapan “Hantu belau”.

Selanjutnya Ia katakan, Seharusnya Dirut Perusda Kartubi, melarang mereka berangkat seenak perutnya saja. Sebab anggaran di Perusda Itu, bukan uang pribadi mereka.Jika ada keinginan mau melobi perusahaan ataupun investor, cukup Direktur jasa Suparman yang berangkat, ataupun di dampingi Kepala Perusda. Meski demikian, tidak seharusnya Suparman, bisa berangkat terus setiap minggu. Hal ini berbanding terbalik. Ibarat kata, motor bebek mendahului motor besar . Coba anda lihat dikantor, Pasti kedua Direksi ini tidak tampak “Batang Hidungnya”, kata Amrul.

Saya berharap, Pemerintah Natuna, melalui Badan Pengawas, melakukan teguran, agar tidak seenaknya berangkat. Karena mereka hanya menghabiskan uang rakyat, bukan uang Perusda. Dan diminta kepada Direktur Perusda Kartubi agar menegur bawahannya, supaya mengurangi “hobby” untuk berangkat keluar Daerah. Sekda Natuna selaku Badan Pengawas,diminta mengaudit , sudah berapa ratus juta mereka habiskan uang perjalanan dinas, kurung waktu sepuluh bulan ini, papar Amrullah.Apakah sudah sesuai dengan hasil yang di dapat, atau sebaliknya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Perusda, Samsurizon, terkejut, ketika dimintai komentarnya terkait kedua Direksi ini rajin Dinas di luar kota. Ia mengatakan, Saya tidak tahu kalau mereka tiap minggu berangkat, itu tidak boleh, karena anggaran perjalan Dinas, sudah diatur dalam setahun. Jadi tidak segampang itu berangkat, memakai Uang dari kas Perusda, katanya usai mengikuti acara pembukaan pelatihan khotib dan Imam, di penginapan peliona selasa 4/6.

Menanggapi hal tersebut diatas, Direktur Administrasi dan Keuangan Bukhori S,sos, ketika dimintai komentarnya terkait tudingan sejumlah masyarakat yang mengatakan Dirinya, bekerja hanya menghambur-hamburkan uang, sedikit tensi. Melalui Hp nya, Ia mengatakan, anda mau konpirmasikan ? ini biar saya jelaskan, katanya dengan sedikit nada tinggi. Direksi di Perusda itu, jabatannya kolektif. Oleh karena itu kami diperusda, berpacu mencari investor agar mau masuk ke Natuna untuk menanamkan modal.Sebenarnya Saya ingin mengajak kawan-kawan pers, untuk ngumpul, mengekspos hasil kerja kami selama 10 bulan Kita perlu duduk bersama agar pemberitaan berimbang ucap Bukhori, ingin “menyelamatkan Diri”dari isu negatife.

Saat ini Perusda Kejar target, ada sekitar 4-5 investor yang telah dijajaki. Salah satunya Grup Panbil Batam, mereka sudah datang meninjau lokasi kesini.Yang kedua grup Hendro Priono,PT Mega…PT Mega… PT Mega aku lupa soalnya namanya panjang ucap Bukhori singkat.

Bukhori memang pandai “bersilat lidah”, Ia ingin menyelamatkan diri, Pada hal Grup Panbil belum pernah menginjakkan kaki di Natuna. Yang ada adalah Kabil Industri.Melalui anak perusahaannya, PT Citra Mas Indah real Pindo. Masalah ini juga jauh sebelumnya sudah di jajaki oleh Ketua LSM BP MIgas Natuna M.Nasir, bersama rekannya Kartubi, yang saat ini telah menjabat jadi Dirut Perusda. Bahkan Bupati Natuna juga sudah pernah di pertemukan oleh M. Nasir Dan Kartubi kepada Direktur Kawasan Kabil di Batam. Jadi apa yang dikatakan Direkdi admin dan keuangan Perusda, terkait penjajakan dengan Kabil Industri, bukan Panbil, merupakan “pembohongan Publik”. Kerja sama ini sudah terjalin jauh sebelum mereka dilantik menjadi Pengurus inti di Perusda.

Hasil investigasi dilapangan, membenarkan bahwa kedua direksi ini memang lagi tidak ada di kantor. Bapak Bukhori sama Parman tak ada di tempat Pak, lagi keluar daerah, ucap sumber tak mau disebut namanya. Hal tersebut juga diakui Kartubi, ketika ditemui diruang kerjanya. Meski Dirut Perusda ini tidak banyak berkata, Ia hanya memastikan kedua bawahannya sedang berangkat keluar Daerah. >>Roy

Leave a comment