mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Dinkes Teluk Bintuni Mewakili Indonesia “Go Internasional” Dalam Pelayanan Publik di Maroko dan Spanyol

Published on Jun 03 2018 // Papua Barat
Bintuni, (MR)
Melalui tahapan seleksi yang cukup panjang di KemenPan RB , Dinkes Teluk Bintuni secara berturut – turut , kembali terpilih sebagai salah satu daerah dengan Inovasi Pelayanan Publik terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Inovasi Publik yang digagas oleh UNPS (United Nations Public Service) , dalam UNPS Forum and Award Ceremony yang akan di selenggarakan di Marrakes , Maroko 21 -23 Juni 2018 dan dilanjutkan Studi Tiru Inovasi Pelayanan Publik kelas dunia di Spanyol 25 – 26 Juni 2018.
Kepala Bidang P2L pada Dinas Kesehatan Teluk Bintuni , Frangky D. Mobilala , SKM dalam wawancara singkat diruang kerjanya membenarkan hal tersebut , dan mengatakan bahwa telah menerima surat resmi dari KemenPan RB terkait keikut sertaan Dinas Kesehatan Teluk Bintuni mewakili Indonesia dalam UNPS Forum and Award  Ceremony.
“Surat undangan dari KemenPan RB nomor B/168/PP.00.05/ 2018 tentang keikut sertaan Bintuni sudah masuk , dan kita sudah antisipasi menyiapkan materi presentasi jauh hari sebelumnya , apalagi Inovasi ini sudah kita pahami diluar kepala” ujar Frangky.
UNPS Forum and Award Ceremony merupakan pertemuan para penggiat pelayanan publik , dan inovasi pelayanan publik dari seluruh dunia , baik dari kalangan pemerintahan , akademisi , lembaga swadaya masyarakat , dan bisnis guna mendiskusikan pelayanan publik dan inovasi pelayanan publik terkini , sehingga sangat bermanfaat sebagai transfer ilmu pengetahuan peserta lain.
Dinas Kesehatan Teluk Bintuni kembali terpilih mewakili indonesia berkat Inovasi Pelayanan Publik Eliminasi/Pemberantasan Malaria melalui Sistem E.D.A.T (Early Diagnosis And Treatment) yang telah berhasil menekan angka malaria di teluk bintuni dalam kurun waktu 6 tahun.
Untuk diketahui , hingga tahun 2018 , hampir seluruh Titik Api yang tersebar di 28 Distrik , bisa di tekan oleh Dinas Kesehatan melalui pemeriksaan cepat , dan penanganan tepat. Dan saat ini hanya menyisakan 7 titik api , jelang target Eliminasi Malaria 2020.
“Edat sudah sangat berdampak , dimana dari 7 titik api yang tersisa , sudah berhasil kita tekan dengan penempatan analisis surveliance di daerah terluar , terisolir dan perbatasan. Contoh laporan dari analis di moskona utara , dari 100 kasus pada tahun 2016 , dapat ditekan hingga saat ini pada kisaran 3 kasus” terang Frangky.
Dijelaskan Frangky , terkait kesiapan Tim yang nantinya beranggotakan 5 peserta , terdiri dari 3 Orang perwakilan Dinas Kesehatan Bintuni , dan 2 Orang Dokter dari BP Tangguh yang juga turut berkontribusi dalam kesuksesan EDAT ini , telah siap 99 persen, pihaknya hanya akan melaporkan kepada Bupati terkait biaya perjalanan yang sepenuhnya di biayai oleh pemerintah setempat. >>Mon/HS

Leave a comment