mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Dinkes Anambas Gelar Sosialisasi Jamkesmas dan Jamkesda

Published on May 30 2013 // Nusantara

Anambas,(MR)

DINAS Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas akan menggelar sosialisasi Program Nasional Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (28/5) hingga Rabu (29/5) di aula Rumah Makan Siantan Nur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Said Mohd. Damrie, mengatakan, sasaran dari sosialisasi tersebut adalah kepada 7 Camat dan 52 Kades dan 2 Lurah yang ada di Kepulauan. Dengan harapan, dari perwakilan tersebut baik camat maupun kepala desa bisa menyampaikan hal atau informasi yang benar tentang kepesertaan jamkesmas, sehingga masyarakat mengerti bagaimana hak dan kewajiban masyarakat dalam memanfaatkan Jamkesmas.

Sementara untuk jamkesda, Dinkes akan menjelaskan secara detail bagaimana prosedur pelayanan jamkesda mulai dari Polindes, Puskesmas pembantu hingga ke rumah sakit rujukan. “Diharapkan camat, kades atau lurah bisa menjelaskan kepada masyarakat agar tidak simpang siur. Bagaimana dan apa saja kewajiban yang harus dilakukan masyarakat agar mendapatkan haknya. Selama ini masyarakat hanya menuntut klaim uang berobat tapi tidak melaksanakan kewajiban seperti mengurus administrasi dengan baik. Kalau administrasi baik uang juga cepat cair,” kata Said.

Warga Anambas, kata Said, bisa mendapatkan pengobatan gratis asal memiliki KTP dan KK Anambas. “Sakit apapun tetap dibayar pemda. Mayarakat tidak usah membayar,” katanya lagi. Tidak hanya yang tinggal di Kepulauan Anambas, namun yang diluar daerah dan bagi mahasiswa dari Anambas yang kuliah di luar daerah juga tetap mendapatkan berobat geratis. “Untuk mahasiswa yang kuliah di luar Anambas juga tetap mendapatkan pengobatan gratis karena Kartu Keluarga (KK) mereka tentunya tetap KK Anambas yang masih di bawa oleh orang tua masing-masing mahasiswa,” kata Said Mohd. Damrie.

Namun, dengan diterapkannya system at cost, maka semuanya dihitung dengan teliti. Pendamping juga ikut di klaim jika pendamping tersebut dibutuhkan. Klaim diajukan setelah berobat selesai dan pasien sudah pulang. Proses pencairan butuh waktu tergantung berkas atau syarat administrasi yang dibutuhkan untuk proses pencairan dana.

“Kalau masyarakat melengkapi persyaratan administrasi dengan baik dan cepat, pencairan dananya juga cepat. Ada yang membutuhkan waktu seminggu hingga tiga minggu tergantung administrasinya. Siapa yang menyiapkan dokumen dengan cepat, maka bisa cair lebih cepat,” terang Said.

Menurut Said, selama ini masyarakat butuh cepat uang pengobatannya diganti tapi mereka tidak menyiapkan berkas atau dokumen yang dibutuhkan sehingga proses pencairannya lambat. “Kita bersifat melayani, masyarakat berhak mendapatkan pengibatan gratis tapi harus melakukan beberapa kewajiban seperti perlengkapan berkas yang kita butuhkan. jadi antara hak dan kewajiban harus seimbang,” kata Said. >>Sarma

Leave a comment