Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara Gelar Pelatihan

Maluku Utara, (MR)
Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara dalam beberapa hari kemarin tepatnya tanggal 11 sampai 13 April 2017, melaksanakan pelatihan teknis produksi benih dan penguatan kapasitas kelompok.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Boulevard Ternate diikuti jajaran Dinas Pertanian Kabupaten serta kelompok tani yang memiliki aktivitas usaha tani dalam bentuk penangkaran benih yang tersebar di lima kabupaten yang menjadi sentra padi yaitu Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Barat dan Halmahera Tengah.

Diwawancarai MR, usai membuka kegiatan pelatihan teknis tersebut, Kadis Pertanian Ir. Munawar Yaru menjelaskan pelatihan teknis ini dimaksudkan sebagai bentuk persiapan produksi atau kebutuhan benih pada 2017 untuk 2 musim tanam yakni Oktober Maret dan September.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Munawar memberikan paparan penting soal kebijakan Pemerintah Provinsi di bidang pertanian yakni memfokuskan kegiatan peningkatan produksi padi melalui kegiatan penerapan budidaya padi Imbrida seluas 2600 ha yang tersebar di 7 kabupaten, padi hazton 50 ha, padi organik 40 ha, padi hibrida 250 ha dan jagung hibrida serta komposit seluas 35000 ha yang sebarannya ada di 10 kabupaten.

Menurut Munawar, kebijakan pemerintah pada priode ini ditargetkan akan menuai 4 kesukseskan yakni sukses pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, sukses peningkatan nilai tambah, daya saing dan eksport serta sukses peningkatan kesejahteraan petani. Dalam hal ini menurut Kadis Pertanian Provinsi ini peranan subsektor tanaman pangan menempati posisi yang strategis dan menentukan.

Untuk mencapai sasaran produksi tersebut, salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan peningkatan produktivitas dan produksi melalui penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Oleh karena itu lanjut Kadis, pertemuan pelatihan teknis produksi benih dan penguatan kapasitas kelompok ini sangat penting artinya untuk meningkatkan SDM petani/ penangkar khususnya dalam rangka pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih baik dalam segi kuatitas maupun kualitas.

Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut Kadis Pertanian Ir. Munawar Yaru, juga meminta kepada kepala UPTD, BPSB TPH dan Balai Benih Induk (BBI) perlu segera menata kembali sistem/ alur produksi dan distribusi benih varietas unggul bersertifikat, agar benih tersebut dapat tersedia sesuai kebutuhan petani, sehingga keluhan dari petani bahwa benih terlambat dan varietas yang tidak sesuai kebutuhan tidak terjadi lagi.

Keberhasilan kegiatan penyediaan benih TA 2017 tidak terlepas dari peran serta stakeholder perbenihan. “Saya instruksikan agar kepala UPTD, BPSB segera berkoordinasi dengan stakeholder perbenihan antara lain UPTD, Balai Benih, UPBS, BPTP serta produsen benih yang tersebar di beberapa lokasi untuk melakukan pengawalan penyediaan benih bersertifikat dan dapat menyampaikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten/Kota agar segera memetakan kebutuhan benih (jenis, varietas dan volume benih serta waktu tanam) berdasarkan kegiatan di masing-masing wilayah. Meningkatkan penyediaan benih sumber UPTD, Balai Benih segera memperbanyak benih sumber agar benih yang diproduksi dapat dimanfaatkan di tahun 2017 ini.” Papar Ir. Munawar.

Menutup sambutannya Ia mengharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius agar diterapkan secara baik sehingga kinerja perbenihan tahun 2017 dapat tercapai. >>Ateng

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.