Sunday, 18/11/2018 | 12:04 UTC+7
Media Rakyat

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Salurkan Bantuan DAK Tahun 2018

Kuningan, (MR)
Beberapa sekolah di kabupaten Kuningan saat ini sedang menerima bantuan dari pemerintah pusat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)  tahun 2018. Kucuran dana sebesar 12,602 Milyar telah diturunkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan selaku leading sektor pendidikan. Rincian DAK pendidikan tahun 2018 yang diterima Kabupaten Kuningan tersebut meliputi DAK SD sebesar 5,759 Milyar, SMP sebesar 5,383 Milyar dan SKB sebesar 12,602 Milyar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan melalui Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar, Rizal Arif Gunawan menyebutkan DAK SD tahun 2018 semuanya untuk RKB (Ruang Kelas Baru) sedangkan untuk rehab ruang kelas sudah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu yang bersumber dari APBD kabupaten Kuningan. Sebanyak 35 lokal RKB SD yang sedang dibangun saat ini. Pengerjaannya sudah dimulai sejak awal juli lalu. Saat ini konstruksi bangunan rata-rata baru sekitar 30-40 persen. Untuk batas waktu pengerjaan sampai awal September 2018 harus sudah selesai.
Menurutnya semua sekolah yang mendapat bantuan tersebut merupakan sekolah yang masuk skala prioritas. Artinya sekolah yang benar-benar memerlukan Ruang Kelas Baru, misalnya jumlah siswa yang tidak tertampung dengan jumlah kelas yang ada sesuai standaritas batas maksimal jumlah siswa per kelas. Atau sekolah yang baru hanya ada beberapa ruangan. Sehingga ruangan tersebut harus disekat untuk siswa kelas 1 sampai kelas 6, contohnya SDN 2 Selajambe yang mendapat bantuan RKB sebanyak 2 lokal. Dimana di sekolah tersebut hanya ada 2 ruangan berikut ruang guru
“Insya Allah sekolah yang mendapat bantuan RKB tahun ini adalah sekolah yang masuk skala prioritas berdasarkan hasil survey dan pendataan. Dan kita juga sudah wanti-wanti ke setiap kepala sekolah dalam bimtek untuk menggunakan bantuan tersebut sesuai juklak dan juknis yang telah ditetapkan”, kata Rizal saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Ditambahkan Rizal, total kebutuhan RKB SD di kabupaten sampai saat ini sekitar 100 lokal. Dan tahun 2018 ini baru bisa dibangun 35 lokal RKB. Berarti sisanya 65 lokal RKB yang harus dibangun ditahun yang akan datang. Anggarannya bisa dari APBD, dana DAK, APBN maupun APBN-P. Semua sumber anggaran akan kuta coba ajukan.
Sementara untuk bantuan DAK SMP tahun ini sebanyak 20 sekolah SMP yang mendapat bantuan dari DAK. Semuanya dalam bentuk rehab berat. Sama halnya dengan SD, kegiatan rehab sekolah yang bersumber dari dana DAK ini juga baru masuk tahap awal yaitu pengerjaannya sekitar 30 persen.
Turunnya bantuan DAK SMP tahun 2018 ini juga disyukuri oleh beberapa Kepala Sekolah yang mendapatkannya. “Bantuan rehab ruang sekolah ini sangat penting guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dengan fasilitas memadai bisa menambah fokus dalam melakukan KBM” ujar Kepala SMPN 4 Kuningan, Hj. Elin Linawati saat ditemui di sekolahnya beberapa waktu lalu.
Demikian juga halnya dengan Kepala SMPN 2 Maleber Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan, Surya, M.Pd mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan. “Kami yakin bantuan berupa rehab ini sangat membantu sekolah dalam menguatkan pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kuningan, Dian Rachmat Yanuar menghimbau kepada para kepala sekolah baik SD maupun SMP untuk bisa menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan peraturan serta juklak dan juknis pelaksanaan DAK tahun 2018. Dirinya tidak segan untuk menindak setiap kepala sekolah yang nakal dalam penyerapan bantuan dana DAK tersebut. >>Irwan
About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.