mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Diduga PT Karina Cicalengka Lakukan Pungli Kepada Karyawannya

Published on May 06 2015 // Investigasi-Report

potongan Jamsostek yang ada dislip gaji karyawan TP KARINA CicalengkaBandung, (MR)
Kecurangan perusahaan terhadap karyawannya sering terjadi ditiap-tiap daerah, bahkan berbagai alasan sering kali dilontarkan kepada pemerintah supaya perusahan-perusahan nakal tidak diberikan sangsi oleh Dinas Ketenaga Kerjaan dan Tranmigrasi ( Disnakertrans). Tapi terkadang Disnakertrans, sendiri terkadang tutup mata dengan adanya perusahaan perusahan nakal tersebut. Hal inilah yang sering terjadi dikabupaten Bandung, yang dimana perusahan nakal tidak pernah ditindak dan diberikan sangsi, padahal perusahaan-perusahan seperti itu terkadang merugikan karyawannya sendiri dan juga merugikan masyarakat sekitar.

Seperti halnya PT Kaldu Sari Nabati Indonesia, yang berlokasi dijalan Raya Majalaya Cicalengka kecamatan Cicale ngka Kabupaten Bandung, yang dimana perusahaan tersebut telah mengutif gaji karyawannya sebesar RP. 40.280,- untuk pembayaran Jamsostek,padahal untuk sekarang ini jamsostek telah beralih menjadi BPJS ketenaga kerjaan, dengan catatan perusahaan harus mendaftarkan karyawan yang akan ikut BPJS ketenagakerjaan itu. Tapi untuk PT. Karina, karyawannya harus membuat BPJS perorangan (tidak diusulkan oleh perusahaan) dengan cataan BPJS kelas 3, yang dimana hanya dikenakan biaya sebesar Rp 25.500,-.

Menurut beberapa karya wan PT. Karina Cicalengka, yang enggan disebutkan jati dirinya,  mengaku bahwa dirinya supaya membuat kartu BPJS, yang dimana kelas rumahsakitnya yaitu kelas3, yang biaya perbulannya sebesar Rp.25.500,-,”Kami membuat kartu BPJS ini masing- masing, tidak diajukan oleh pihak perusahaan, Cuma kami diintruksikan oleh pihak PT.Karina agar segera membuat kartu BPJS, dan kami pun telah membuatnya secara langsung ada juga diantara kami yang menyuruh pihak pemerintahan desa masing- masing. Tapi yang anehnya kenapa dalam pemotongan BPJS seharusnya Rp. 25.500, sesuai dengan kebijakan pemerintah, ternyata oleh perusahan PT. Karina Kami dipotong sebesar Rp.40.280,- inikan jelas-jelas kelebihan, ada apa sebenarnya pihak perusahan memotong sebesar itu, dan juga dalam slip gajikami tertera potongan jamsostek, bukan BPJS,” jelasnya.

Kejadian yang sangat memalukan yang dilakukan oleh PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia (PT.KARINA) perlu adanya perhatian dari pihak Disnakertrans dan juga PT. BPJS Ketenagakerjaan, dan juga aparat yang berwajib, karena dalam potongan BPJS kary awan jelas ada unsure kesengajaan dengan memotong Jamsostek yang telah berganti menjadi BPJS ketenagakerjaan sebesar Rp.40.280, padahal karyawan PT. KARINA mendaftar BPJSnya bukan BPJS ketenagakerjaan, hanya mendaftarkan BPJS perorangan (BPJS bagi masyarakat umum) yang dimana kelas 3 hanya dikutif iuran sebesar Rp.25.500,-,jadi dalam hal ini PT.KARINA INDONESIA telah melakukan korupsi gaji karyawan sebesar Rp. 15.000,- per bulan, kalau dikalikan jumlah karyawan mungkin nilainya mencapai ratusan juta per bulannya.

PT KARINA INDONESIA, saat dihubungi MEDIA RAKYAT beberapa kali, tidak ada satu pun yang ingin menemui, bahkan ditanya personalianya pun atau management satpam PT KARINA tidak bias memberikan jawaban, bahkan menurut salah seorang satpamnya disini tidak ada personalia atau pimpinan,” jadi kalau ada apa-apa ke PT KARINA Rancaekek, atau ke PT KARINA Soekarno Hatta, “jelas satpam, sedangkan pa Agung dan Pa Irfan hanya selaku pengelola saja di perusahaan ini,”jelas satpam yang bertugas.

Perusahaan yang seperti itu seolah-olah managementnya berantakan dan tidak ada pimpinan disalah satu perusahaan sangat aneh sekali, lantas karyawan yang bekerja digajinya dengan cara bagai mana dan karyawan masuknya seperti apa, sepertinya ini perusahan yang baru ada dikabupaten Bandung dalam managementnya seperti itu. Untuk itu seharusnya pihak Disnakertrans, segera turun kelapangan dan melihat gimana kondisi karya wan pihak BPJS juga seharusnya mendengarkan keluhan para karyawan yang seperti ini jangan diam saja, dan hanya mengurus didalam kantor saja. Tamping aspirasi karyawan dan berikan penjelasan bahwa BPJS itu ada dua satu untuk masyarakat umum dan satu lagi untuk karyawan yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Kasihan dong karyawan, sudah teraniaya dibohongi lagi oleh pihak perusahaan, dengan gajinya dipotong dengan dalih untuk Jamsostek ternyata hanya BPJS untuk umum. >>Asep S

1 Comment

  1. andri says:

    Ahh parah

Leave a comment