Saturday, 17/11/2018 | 11:39 UTC+7
Media Rakyat

Derita Hidup, Kakek Barokah.

 

Tokoh Pemuda Airlegit;Pemerintah Sudah Bantu.

Natuna(MR)- Duduk dilantai,Lelaki Tua itu terlihat tersenyum. Tatapannya kosong ketika awak media menghampirinya.minggu 06/05 /2018.Tubuh kurus,semakin memperjelas usia sudah senja. Himpitan ekonomi, memaksa orang tua renta ini, harus berjuang untuk mempertahankan hidup.Tidak ada sanak saudara, hanya tetangga yang mau berbelas kasih, menyisihkan Rezki untuk membantunya.

Diusia menginjak 76 tahun, seharusnya menikmati hidup bersama anak cucu.Namun itu jauh dari harapan.Kehidupan pak Barakah berbanding terbalik dengan nama yang dia sandang. Dimasa tua, Ia harus hidup sebatang kara dan tinggal menumpang di bekas gudang milik sekolah Mts.di desa Air langit Kabupaten Natuna.gudang tua ini jadi saksi bisu.kisah hidup pak barakoh .Meski demikian Ia tetap bersyukur, karena Tuhan masih memberinya kesehatan.

Barakoh ketika dikonfirmasi, mengaku sudah 32 tahun tinggal di Natuna. Kedatangannya ke Kabupaten Perbatasan itu, untuk mengikuti program transmigrasi dari Pemerintah Pusat. Niat hati untuk memperbaiki taraf hidup, ternyata Tuhan berkehendak lain, ucap Barokah, dengan raut wajah sedih.

Meski ucapannya sedikit terbata bata ,namun kenangan hidup selama di Natuna masih jelas.Ia juga mengakui ,belum pernah terima bantuan dari Pemerintah lewat Dinas terkait. Untuk makan Saya masak sendiri dengan peralatan ala kadarnya.Rumah sedikit berserakan karena tidak ada tempat mau letakkan barang barang, ucapnya.

Azwin tentangga dekat Orang tua ini , mengaku sudah menganggap seperti keluarga sendiri. Ia menjadi tanggung jawab Kita.

jika ada rezeki lebih kamipun sering memberi. Saya berharap pemerintah daerah lewat dinas terkait Tolong diperhatikan orang tua jompo yang sudah lanjut usia.Selama ini tidak ada perhatian khusus pemerintah daerah terhadap orang-orang jompo seperti pak barokah.

Padahal dalam undang-undang nomor 4 tahun 1965 jelas tertulis orang tua jompo, mendapat perhatian khusus dan subsidi dari pemerintah Daerah.

Dahulu beliau bekerja sebagai pembeli buah kelapa dan dijual lagi kepada toke . Beliau sempat juga berjualan sayur-mayur keliling dengan berjalan kaki dari rumah kerumah. Kini tidak mungkin bisa dilakukan lagi karena melihat kondisi fisik sudah mulai melemah .ucap Aswin lirih.

Sayangnya peryataan Aswin dibantah langsung oleh tokoh pemuda Air legit. Soleh membenarkan Jika Pak Barokah tinggal sebatang kara, karena sanak keluarga ada di Jawa.Pihak Desa pernah mau mengantarnya Pulang Ke Kampung Halaman nya, tapi beliau tidak tau alamatnya lagi.Anaknya juga ada, namun sudah los kontak.

“Tidak benar jika Pemerintah Daerah tidak perduli.Bahkan pihak desa sangat peduli.Pak barokah diberi rumah oleh Pemerintah daerah melalui program RTLH, sudah membangun rumah di RT 08, namun rumah baru itu, belum ada listrik.Jadi Dirinya enggan menempati.

Ia lebih memilih tinggal dirumah dinas Transmigrasi.yang nota benenya telah dihibahkan ke MTs. Dari pada dirumah baru.Jadi salah kalau ada bilang itu gudang Mts.dan kurang diperhatikan ucap Soleh.

Hidup sebatang kara, pastinya serba sendiri, mulai dari mencuci, memasak. Namun tak jarang warga sekitar juga membantu.Saya harap media kalau menulis dikroscek dulu, jangan mengambil stakmen sepihak.Biar tidak terkesan memperlancarkan.Rumah nya ada tapi ngak mau ditempati.Mau diantar pulang, tidak tau alamat anak dan keluarganya lagi, ucap Soleh./Roy.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.