Thursday, 15/11/2018 | 10:49 UTC+7
Media Rakyat

Dahlan Iskan: Tangkap Saja BUMN Yang Suka Suap

Jakarta,(MR)
Dahlan Iskan sebagai orang nomor satu di Kementerian BUMN mempersilakan penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum pada perusahaan BUMN yang suka melakukan praktek suap untuk memenangkan tender. Dahlan tak ragu dan tak akan melindungi. “Tangkap sajalah,” tegas Dahlan usai diskusi di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (4/6/2012).

Dahlan pun menegaskan sikapnya. Bila ada BUMN yang melakukan tindakan tidak benar atau melanggar hukum, jangan sungkan untuk mengambil tindakan. “Menurut saya kalau memang salah harus ditangkap saja,” jelasnya.
Ucapan Dahlan ini terkait dengan sejumlah BUMN yang disorot terkait sejumlah proyek di kasus tertentu, seperti proyek Hambalang. Proyek ini melibatkan perusahaan Adhi Karya sebagai pelaksana. Dahlan Iskan mengungkapkan 70 persen proyek di perusahaan pelat merah terindikasi korupsi. Menurutnya, praktek kotor itu kerap dilakukan lantaran sulit mendapatkan proyek tanpa permainan uang. “Praktek itu melibatkan kontraktor dan subkontraktor. BUMN bidang konstruksi paling rawan karena saling rebutan proyek,” kata Dahlan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (4/6).
Karena alasan itu, Dahlan mengaku selektif dalam memilih direktur utama BUMN. Ia mencari Direktur BUMN menomorsatukan kejujuran dan integritas. Menurut mantan dirut PLN ini, orang-orang yang berintegritas akan selalu bersikap jujur dan tentunya tidak korupsi. Dirut BUMN yang jujur dan berintegritas, kata Dahlan, cenderung bergaul dengan orang-orang bersih pula. “Menurut saya kecenderungannya seperti itu,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan partai politik memberi sumbangan atas praktek korupsi di BUMN. Pasalnya parpol masih mengandalkan keuangannya pada negara. Bahkan, tegasnya, menteri yang berasal dari partai memiliki kecenderungan abuse of power dengan kekuasaan politiknya. “Akibatnya terjadi kartelisasi politik partai yang mengandalkan keuangan negara,” kata Busyro.
Padahal, jelasnya, tidak semua BUMN melakukan praktek-praktek korupsi. Situasi menjadi berubah manakala orang-orang parpol mengintervensi BUMN dengan kepentingan mereka masing-masing. “Akibatnya BUMN menjadi tidak bersih lagi,” imbuh Busyro. >> Eka/Yanto

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.