Caplok Logo 3 Institusi Penegak Hukum, Nasib Ardie CS, Diujung Tanduk?.

Natuna(MR)- Said Roney, mahasiswa perguruan tinggi di Kepri,  bersama rekannya Ardie Wilmar, berpropesi sebagai tukang pangkas, sempat tenar di medsos, gara gara  percaya diri, melaporkan dan membentangkan spanduk bertuliskan “usut tuntas indikasi korupsi” Bupati Natuna Hamid Rizal, di Halaman Gedung KPK, beberapa Minggu lalu.

Pelaporan itu, dimotori oleh   ,LSM RCW . Niat hati mau tenar, malah Ardie CS harus berhadapan dengan  hukum. Mengingat  spanduk yang dibentangkannya,
“mencaplok” logo KPK, Mabes Polri dan Kejaksaan,  tanpa izin. Ini merupakan pelanggaran hukum.

Dilangsir, dari data riau.com juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, di Jakarta, 24 September 2018,ikut angkat bicara.  Perbuatan  memakai logo KPK, merupakan kesalahan besar.ujar  anti rasuah itu.

Dia tegaskannya,  Organisasi  Riau Corruption Watch  tidak pernah  memiliki kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hal senada  di sampaikan Devisi Mabes Polri, ketika  konfirmasi  data Riau.com  21 September 2018 lalu.

Mabes Polri akan secepatnya melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku, lantaran telah berani mencaplok logo tanpa izin. “Kami akan koordinasikan dengan Polda Kepri, untuk segera di proses,” Kata Devisi Humas Polri , dalam laporan diterima oleh Bayu.

Ada lima item tuntutan Riau Corruption Watch Kepri, kala itu.

1.Pengadaan Kapal Fery 27 Milyar.
2.Pengadaan Rumah  Dinas.
3.Pengadaan Proyek Jalan.
4.Perjalanan Dinas.
5.Melantik istri ke dua (ASN).

Dari sekian banyak tuntutan di atas, tidak ada satupun tuntutan RCW terkait penanganan kasus Tunjangan Perumahan Dewan, yang hingga kini mandek di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.Padahal, Kejaksaan Tinggi  sudah menetapkan lima orang tersangka tahun lalu.

Isu ada oknum dibalik laporan itupun mulai terdengar, Spekulasi laporan  tanpak kental.Namun tidak tahu pasti siapa yang berperan aktif disana. Kini Ardir Dan Sa’id Ronie,  tinggal menunggu nasib, apakah Mabes Polri akan segera memanggil atau tidak.Sesuai komitmennya, pencaplokan itu akan segera dilimpahkan kepada Polda Kepri.

Namun Ardie Wijaya tampaknya santai dengan gertakan mabes Polri ini, dilaman face  book berita Natuna, Ia mengatakan pemberitaan caplok logo institusi merupakan angkat telor.Dan merupakan berita sampah./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.