Butuh 2 Bulan Bangun Sekolah Darurat di Palu

Palu, (MR)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memperkirakan sekolah darurat di Palu, Donggala dan Sigi bisa dibangun paling lambat dua bulan kemudian. Alasannya, kerusakan diketiga daerah tersebut sangatlah berat dan parah.
“Sejujurnya ini cukup berat, karena musibah ini sangat mengerikan. Jadi sekolah darurat paling lambat dua bulan, dan pendataan saya harap dua minggu selesai,” kata Muhadjir saat meninjau kerusakan SMPN 10 Kota Palu, Sabtu (6/10).
Dia menekankan, meski dalam keadaan berduka kegiatan belajar mengajar harus segera dilakukan. Jangan sampai, anak-anak terlalu lama meninggalkan sekolah.
Sementara menunggu bantuan pusat, dia meminta agar pemerintah daerah dan pihak sekolah bergotong royong untuk turut membangun sekolah darurat sementara. Karena dari 2.736 sekolah yang rusak, hanya 300 sekolah yang rusak berat.
“Jadi ada kemungkinan bisa memanfaatkan bahan material yang ada di sini untuk membangun sekolah darurat, sebelum kami kirim terpal nanti,” jelas Mendikbud.
Dia pun kembali mengimbau, agar Pemda proaktif merangkul anak-anak di pengungsian untuk mau kembali ke sekolah. Pemda dan pihak sekolah dia minta untuk ‘jemput bola’ karena pendidikan tetap hal utama bagi anak.
Mendikbud juga mengat-akan, “Semua sekolah di mana saja itu berada, mau di Jakarta, Makassar, semua saya minta untuk bersedia menerima anak-anak dalam status pengungsi,” kata Muhadjir saat meninjau kondisi pasca gempa di Palu, Sabtu (6/10).
Dia mengatakan, tidak ada proses atau skema khusus bagi anak pengungsi tersebut jika akan melanjutkan sekolah di kota lain. Cukup lapor identitas diri, karena semua data siswa di seluruh Indonesia telah tercantum di data pokok pendidikan (Dapodik).
“Jadi mereka akan langsung muncul (identitas) di dapodik, walaupun ada di Jakarta atau lainnya,” kata Muhadjir. Selain itu dia juga mendorong agar sekolah-sekolah swasta juga mau menerima anak-anak pengungsi.
“Seperti Muhammadiyah sudah juga sudah ada statemen kesediaan untuk bantu,” jelas Muhadjir. (rep) >>Tim

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.