mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Bupati Karawang meminta Dokter saling memaafkan sama Keluarga Pasien

Published on Aug 27 2016 // Berita Utama

celiKarawang, (MR)

Pelayanan kesehatan di RSUD Karawang kembali dikeluhkan masyarakat, kali ini warga Kalangsari Kecamatan Rengasdengklok. Safrah, membeberkan cara dokter dan perawat RSUD Karawang menangani pasien Agus yang juga adik Safrah sendiri.

Sikap dokter yang dianggap arogan saat memberikan obat sambil marah, selain itu juga adiknya saat terjatuh dibiarkan hingga infusannya terlepas akibat infusan yang terlepas darah berceceran dilantai. Dugaan arogan berawal saat dokter meminta adik saya minum obat yang ditaruh di bawah lidah, namun obat itu tidak bisa ditekan, karena tensi darahnya tinggi. Kata Safrah sambil mengatakan adiknya itu bukan pasien pengguna BPJS atau KIS melainkan pasien umum. Rabu 17-08-2016. Kemarin safrah melanjutkan, setelah dokter mendengar penjelasan saya. Dokter tersebut malah marah, jawabnya pasien di rumah sakit lain juga sama harus mengonsumsi obat yang di taruh di bawah lidah, lalu dokter mengatakan, kalau tidak mau minum obat ya sudah biarin saja, nah itulah yang membuat saya sakit hati. Kata Safrah menceritakan kejadian di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang di hadapan Bupati Karawang Ibu dr. Cellica Nurrachadiana. Kembali Safrah membeberkan saat pasien terjatuh tidak ada satupun dokter atau perawat yang mau menolong, saya juga bilang sama dokter, namun jawabnya, bukan adik saya saja, masih banyak pasien lain yang juga butuh perawatan. Dokter jaga IGD RSUD dr. Primi mengatakan, sebelum masuk IGD keluarga pasien melapor kalau Agus membutuhkan perawatan, karena ruang ICU penuh, akhirnya pasien ditangani di IGD, saat itu pasien Agus masuk IGD pkl. 23.00 WIB kata dr. Primi pada media rakyat. Lanjut dr. Primi mengatakan, saat pasien tidak mau minum obat, keluarga pasien di sarankan untuk kembali membeli obat yang dimasukan kedalam infusan, namun keluarga pasien malah meminta obat penenang agar pasien dapat tenang dan tidak gelisah. Mengenai obat penenang tidak dapat kami kabulkan, karena pasien dalam keadaan tensi yang tinggi, khawatir membahayakan, katanya.

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana saat mempertemukan kedua belah pihak, juga menyaksikan rekaman CCTV yng diputar pihak RSUD Karawang, terlihat berbeda dengan rekaman yang beredar di dunia maya. Dalam pertemuan tersebut Cellica meminta kedua belah pihak untuk saling memaapkan, sementara kedua dokter yang di menelantarkan pasien itu. Dipindah tugaskan, untuk sanksi pasti ada, teguranpun sudah ada kedua dokter ini kami pindah tugaskan agar menjadi pelajaran bagi yang lain, Kata Cellica. Terakhir pendek saja dr. Primi mengatakan, saya hanya menjadi korban pencitraan. >>Cc-W

Leave a comment