mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Bupati Bogor: Saya Tak Bersalah dalam Proyek Hambalang

Published on Dec 15 2012 // Berita Utama

Jakarta (MR)

Bupati Bogor, Rachmat Yasin mengaku sudah mem-beberkan semua kepada penyidik Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK), sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional di Hambalang. Dia diperiksa selama 6 jam untuk tersangka mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alfian Malla-rangeng dan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar.

Demikian disampaikan Yasin usai kDeluar dari Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2012) sekitar pukul 18.55 WIB. “Saya diperiksa sebagai saksi untuk kasus Hambalang atas nama Pak Deddy Kusdinar dan Pak AAM,” kata Yasin yang mengenakan kemeja Batik warna hijau itu.

Dia menjelaskan, bahwa secara umum dirinya menyam-paikan semua hal yang diketahui dan yang menjadi kewenangannya. Seperti penerbitan, penetapan lokasi proyek, dan pengesahan site plan. “Jadi saya memberikan kesaksian lebih pada fungsi sebagai administrasi daerah,” ujar Yasin yang mengaku dicecar 12 pertanyaan oleh penyidik KPK dalam pemeriksaan kali ini.

Dia mengaku, tidak melakukan satu pelanggaran pun dalam pengesahan site plan itu. Namun Yasin mengaku, penetapan lokasi proyek itu sudah lebih dulu dibuat Bupati Bogor sebelumnya. “Saya mengizinkan itu dalam rangka pembuatan layout. Bukan proses pembangunan. Jadi ngga ada pelanggaran yang saya lakukan terhadap penerbitan site plan itu. Kalau pun ada izin, itu karena penetapan lokasinya sudah dibuat bupati sebelum saya,” kata dia.

Selain itu, Yasin juga mengaku dihubungi Wafid Muharam yang kala itu masih menjabat Sekretaris Menpora, beserta stafnya terkait pengesahan site plan. “Termasuk di antaranya Pak Deddy Kusdinar,” kata dia.

Di sisi lain, Yasin membantah tidak memperhatikan sisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang belum ada dalam site plan itu. “Persoalan yang berbeda antara Amdal dengan site plan. Yang diminta bukan Amdal tapi dokumen Amdal. Itu berbeda. Amdal itu jadi keharusan pemrakarsa dari Kemenpora, bukan saya,” kata dia.

Selain Yasin, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap para saksi lain untuk tersangka Andi dan Deddy. Mereka adalah Kepala Dinas Kabupaten Bogor Yani Hasan, Kepala BLH Kabupaten Bogor Novian Aeni Marlupi, Kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat Setiawan W, Kepala Bidang BLH Kabupaten Bogor Eran Subarna, dan Kepala Dinas Kabupaten Bogor Burhanudin. >>Tedi S

Leave a comment