Saturday, 17/11/2018 | 11:19 UTC+7
Media Rakyat

BPBD Padang Butuh Rp98 Miliar Untuk Jalur Evakuasi

Padang, (MR)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang membutuhkan anggaran senilai Rp98 miliar untuk membangun 38 jalur evakuasi pada 2013. “Saat ini kota Padang baru memiliki 12 jalur evakuasi yang belum bisa menampung masyarakat untuk menyelamatkan diri dari ancaman tsunami, dan akan ditambah 34 jalur lagi pada 2013,” kata Kepala BPBD Kota Padang, Deddy Hanidal, di Padang, Rabu (19/9) kemaren.
Menurutnya, anggaran itu telah diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diharapkan sudah bisa terealisasi pada 2013.Pembangunan jalur evakuasi ini memang cukup dibutuhkan, apalagi sebanyak 508.712 warga kota Padang berada di kawasan rawan tersapu tsunami.
Selain jalur evakuasi, BPBD Padang juga menyiapkan sejumlah shelter di kecamatan Koto Tangah sebanyak 29 unit, Bungus 10 unit, Lubuk Begalung 15 unit, Padang Barat 15 unit, Padang Selatan 16 unit, dan Padang Utara 15.
Shelter-shelter tersebut, katanya, akan dibangun di kawasan berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai. Dengan demikian, warga yang tidak sempat menjauh dari pantai, bisa menempati shelter untuk menyelamatkan diri mereka.
Pembangunan jalur evakuasi dan shelter ini harus dilakukan apalagi para pakar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) telah melakukan penelitian ilmiah terkait adanya kemungkinan terjadinya gempa dengan kekuatan 8,8 Skala Richter yang berpusat di patahan “Sunda Megathrust”.
Lokasinya berada di antara Pulau Siberut dan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Pakar gempa dari EOS, Jamie Mc Caughey mengatakan gempa itu diperkirakan dapat memicu terjadinya tsunami besar pada suatu saat dalam kurun waktu yang tak bisa ditentukan, mulai dari sekarang hingga beberapa puluh tahun ke depan di wilayah Provinsi Sumatera Barat.  “Jika merasakan gempa kuat atau berlangsung lebih dari satu menit, masyarakat harus segera mengungsi dari daerah pesisir pantai atau ke dataran tinggi,” ujar Jamie.
“Masyarakat disarankan agar tidak menunggu peringatan, sebab bisa jadi dapat merusak insfrastruktur komunikasi,¿ ujarnya menambahkan.
Di Kepulauan Mentawai, tsunami kemungkinan terjadi 1-2 menit atau 5-10 menit usai terjadinya gempa dengan ketinggian 5 – 15 Meter. Pergerakan daratan secara tegak lurus bisa ke atas atau ke bawah. Jika daeratan bergerak ke bawah, tsunami bisa lebih tinggi dan mencapai daratan lebih jauh selama 3 jam.
Sementara di Pesisir Barat Sumatera, termasuk Padang, Pariaman dan Painan, paparnya melanjutkan, tsunami kemungkinan terjadi 20-30 menit atau kurang dari 20 menit usai terjadinya gempa. Ketinggian tsunami diperkirakan 5-11 Meter atau lebih dan bisa menyapu daratan hingga beberapa Kilometer selama 3 jam. “Dalam skenario, gempa bisa berlangsung 2-4 menit yang bisa merusak atau merobohkan banyak rumah dan gedung di Mentawai, dan sekitar Pesisir Barat Sumatera Barat termasuk Padang, Pariaman, Painan dan sekitarnya,” ujarnya. >> Marqian

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.