mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Bina Marga Kebut Akses Wisata Malang Selatan Anggarkan Rp 20 Milyar

Published on Nov 16 2016 // Berita Utama

kaya-1 kaya-2Malang, (MR)
Wilayah Malang Selatan yang kaya akan destinasi wisata menjadi skala prioritas Dinas Binamarga Kabupaten Malang. Pasalnya masih banyak akses jalan dan sarana Infrastruktur lainnya yang harus di kerjakan. Untuk itu sisa waktu hingga akhir tahun benar-benar di manfaatkan untuk mengoptimalkan semua infrastruktur yang menjadi kendala promosi wisata di wilayah selatan kabupaten malang tersebut. Anggaran Rp 20 milyar telah di realisasikan dalam bentuk peningkatan jalan dan pelebaran serta peningkatan sarana infrastruktur lainnya dengan harapan dapat meningkatkan perrumbuhan ekonomi masyarakat wilayah selatan Kabupaten Malang tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga Ir. H.Moch Anwar kepada Media Rakyat di tengah mendampingi Bupati Malang Rendra Kresna Rabu malam (9/11)mengatakan, pihaknya saat ini mengoptimalkan peingkatan jalan sepanjang 20 kilometer. Akses jalan tersebut menurut Anwar adalah akses Jalur Lingkar Selatan (JLS) pulau jawa yang di canangkan pemerintah pusat.

“Kami telah benahi simpul-simpulnya,semisal pelebaran jalan sempit di wilayah Donomulyo kita lebarkan,kemudian perempatan penghubung wila-yah Bantur arah ke Pagak juga kita perlebar,”tegas Anwar.

“Dana yang kami gunakan berasal dari APBN dan saat ini telah selesai,sehingga sudah bisa di nikmati masyarakat,” imbuhnya.

“Misalnya kalau ke Sumawe selama ini dari jalur utara mencapai empat jam, kalau lewat jalur selatan bisa setengahnya,” ungkap Anwar.

Di harapkannya akses jalan yang telah di tingkatkan tersebut dapat mengangkat perekonomian masyarakat pelaku wisata yang ada, seperti adanya restoran atau usaha penginapan dan usaha kerajinan yang menjadi ciri khas wisata tersebut dan usaha perekonomian menjadi lebih bergairah. Kalau aksesnya bagus, wisatanya akan berkembang. Maka akan ada usaha-usaha baru, seperti restoran, atau usaha-usaha baru lainnya,” tegas Anwar.

Namun yang tidak kalah penting imbuh Abah satu ini , akses jalan baru tersebut dapat menunjang fungsi JLS khususnya akses penghubung antar kota di wilayah Jawa Timur yaitu Blitar dan Tulungagung di wilayah barat dan Lumajang hingga Banyuwangi di wilayah timur. Di tegaskan Anwar, pihaknya sudah menyelesaikan peningkatan jalan di wilayah JLS sepanjang 65 kilometer dengan penambahahan lebar jalan 2,5 meter. Optimalisasi realisasi target juga di lakukan Binamarga dengan mengerahkan tim sapu lobang menyelesaikan perbaikan jalan berlubang di jalur alternatif desa Karangduren Kecamatan Pakisaji. Hal ini menurut Anwar di lakukan untuk menjawab keluhan masyarakat Karangduren yang sempat mengeluhkan kondisi jalan di desanya tersebut. Di jelaskan tim salob yang ia bentuk terus melakukan perbaikan jalan berlubang setiap hari termasuk jalan alternatif desa Karangduren.
Tidak itu saja,perbaikan jalan juga dilakukan di sepanjang Jalan Raya Talangagung, kecamatan Kepanjen. Jalan yang kondisinya berlubang, langsung ditambal.

“Sudah ada tim Salob (Sapu Lobang) yang setiap hari bergerak untuk memperbaiki jalan yang rusak seperti jalur alternatif karangduren dan Talangagung,” katanya.

Ia menambahkan perbaikan jalan juga di lakukan untuk jalan desa dan akan dimaksimalkan sampai akhir tahun 2016.

“Untuk jalan kabupaten dari total panjang 1.668 kilometer, saat ini tinggal 25 persen saja yang rusak,sedangkan untuk jalan desa yang total panjangnya sekitar 7.000 kilometer.,” tandas Abah Anwar.
Ketika di singgung tentang progres normalisasi dan perbaikan tanah longsor di wilayah dusun Sumbertangkil desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo, Anwar menjelaskan pihaknya telah mengerahkan Escavator besar untuk mempercepat perbaikan jalan rusak akibat tertimbun tanah longsor tersebut. Hal ini menurutnya sangat mendesak ,lantaran keberadaannya sangat penting sebagai jalan penghubung utama antar desa yaitu desa Purwodadi dan Pujiharjo. Selain itu, jalan tersebut sekaligus sebagai akses utama masyarakat menuju ke ibukota kecamatan dan Kepanjen.

“Alat berat itu untuk mengepras dinding tanah, sebagai upaya memperlebar badan jalan,” ungkapnya.
Dijelaskan Anwar dinding tanah tersebut terpaksa dikepras lantaran rawan terjadi longsor. Anwar menegaskan, pengeprasan dinding tanah itu akan membuat arus kendaraan menjadi lebih mudah dan lebar. Pihaknya juga melakukan pengerasan jalan bekas longsoran dan membangun saluran buangan air.

“Kondisi jalan di wilayah Desa Purwodadi, Tirtoyudo memang menjadi perhatian khusus karena juga akses wisata menuju beberapa objek wisata pantai. Seperti Pantai Sipelot dan Pantai Lenggoksono,” tukasnya “Untuk lampu penerangan jalan di jalan alternatif, masih belum kami anggarkan. Nantinya lampu penerangan jalan tersebut, akan kami anggarkan pada tahun 2017,” tegasnya. >>Giz

Leave a comment