mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Bina Desa Upaya Percepatan Pembangunan Desa

Published on Oct 04 2017 // Berita Utama

Sumbermanjingwetan, (MR) – Silaturahmi dan dialog terbuka dengan Bupati Malang rangka Bina Desa (Bhakti Sosial Menata Desa) Madep Manteb Manetep (M3) putaran ke-7 tahun 2017 ini di gelar di lapangan Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing wetan Senin (25/9) malam. Malam dialog dengan warga ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Ir. Didik Budi Muljono, MT didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga, Kepala Dinas PU SDA, dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Muspika Sumbermanjinngwetan dan Kepala Desa Sekarbanyu.

Dalam sambutannya Sekda mewakili Bupati mengatakan bahwa, Bina Desa merupakan strategi pembangunan Pemkab Malang di wilayah pedesaan “Kegiatan Bina Desa ini bertujuan untuk mensupport dan mendampingi desa dalam upaya percepatan pembangunan. Ada tiga strategi pembangunan Pemkab Malang adalah mengurangi kemiskinan, meningkatkan kepariwisataan dan pelestarian lingkungan hidup,” papar Didik.

Selain itu tambah mantan kepala Inspektorat Kabupaten Malang ini, ¬†Bina Desa di laksanakan sebagai sarana menjalin silaturahmi juga sebagai ajang untuk menyalurkan aspirasi masyarakat kepada Pemkab Malang. “Kepada bapak dan ibu yang pada malam hari ini ingin menyampaikan aspirasinya terkait pembangunan di desa Sekarbanyu silahkan disampaikan. Nanti kita akan tindak lanjuti melalui OPD terkait yang membidangi,” tandasnya Dirinya juga mengapresiasi warga Desa Sekarbanyu yang sudah melaksanakan Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarangan.

“Saya sangat mengapresiasi warga Desa Sekarbanyu dengan menggelar deklarasi ODF atau stop buang air besar sembarangan. Gerakan pembangunan untuk rakyat sehat, rapih dan bersih, melalui gerakan stop buang air besar sembarangan. Saya harap masyarakat Desa Sekarbanyu tidak BAB sembarangan lagi,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Sekarbanyu, Suwardji mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Malang atas pembangunan di desanya.¬† “Terima kasih kepada Pemkab Malang atas programnya dengan diadakannya Bina Desa di Desa kami. Dan Alhamdulillah desa kami juga diikutkan dalam program bedah rumah. Dari 41 rumah yang akan di bedah sudah 10 rumah yang terealisasi pembangunanannya, sisanya menyusul,” terangnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, seluruh pimpinan Operator Perangkat Daerah (OPD)yang juga bertatap muka langsung dengan ribuan masyarakat Desa Sekarbanyu. Keesokan harinya kegiatan Binadesa yang memasuki putaran ke 7 tersebut di isi dengan berbagai macam kegitan dan pelayanan langsung yang di lakukan masing-masing OPD salah satunya festival lomba cita rasa kopi yang di ikuti kelompok tani kopi yang ada di kabupaten Malang dan di hadiri langsung oleh bupati kebanggaan masyarakat kabupaten Malang Rendra Kresna.

Dalam paparannya Rendra menjelaskan pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan segala potensi yang ada di desanya, salah satunya dengan mengembangkan potensi kopi yang menjadi salah satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Malang. “Salah satu daerah pengahsil biji kopi berkualitas adalah Sumbermanjing Wetan ini, selain Ampelgading,Tirtoyudo dan Dampit dan semuanya memiliki citarasa tersendiri,”ujar Rendra selasa (26/9).

Bahkan , imbuh Rendra kopi Amstirdam ini sudah di kenal di pasar dunia karena citarasa yang khas terbukti dengan ekspor biji kopi ke negara Rusia. “Pengusaha Rusia terkesima dengan citarasa Kopi Amstirdam ini , terbukti kita berhasil mengekspor kesana,”tandas RendraNamun , ia mengakui produktifitas petani kopi di kabupaten Malang masih rendah sehingga pihaknya merasa perlu memberikan dorongan dan dukungan kepada petani kopi tersebut.

“Sekarang yang kita lakukan adalah memperkuat dari sisi produktivitasnya, karena di sini masih rendah. Maka perlu dukungan dan dorongan agar produktivitas tersebut menjadi tinggi setidaknya menjadi 3 ton dalam satu hektare. Petani kopi disini ini masih sebatas sebagai profesi sampingan, perlu ditekuni secara profesional sehingga hasilnya bisa naik lebih dari 3 ton per hektarnya,” paparnya.

Bupati juga berharap kepada para petani kopi untuk terus bersemangat dalam mengembangkan kopi di lahannya. “Bapak ibu jangan takut menjadi petani kopi, terus bersemangat bertani walaupun di bawah terik matahari dan hujan. Karena dengan lahan hasil dari kopi tersebut bapak dan ibu telah berkontribusi ketahanan pangan Indonesia. Saya ucapkan terimakasih semoga meningkat kesejahteraan dan perekonomiannya,” tutupnya. >>GIZ

Leave a comment