Thursday, 15/11/2018 | 10:48 UTC+7
Media Rakyat

Bersama TNI Perangi Kemiskinan, TMMD Buka Akses Terisolir

Natuna, (MR)
Pengabdianku di Daerah Perbatasan, bukanlah sekedar kata kata penghias. Namun sebagai bukti nyata, bahwa TNI, menjadi garda terdepan membangun Negeri. Lewat kegiatan TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa), Komando Distrik Militer 0318 (Kodim) Natuna, melakukan peninjauan langsung kegiatan TMMD di desa Segeram Kecamatan Bunguran Barat. Kegiatan tersebut untuk memastikan sejauh mana kesiapan personil dalam melakukan pembangunan di daerah terpencil.

Memakai kapal motor Siaraider, Dandim resor Natuna, letkol infantri Ucu Yustiana. S.Ip melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Binjai dengan jarak tempuh 45 menit. Tiba di lokasi rombongan disambut hangat oleh Ketua RW 007 Segeram.

Menurut Sumiyati, keberadaan kegiatan TNI, Manunggal Masuk Desa, sangat membantu . Sebab sejak dulu, Segeram luput dari perhatian Pemerintah. Boleh dikatakan daerah ini terisolir dan tertinggal. Jika dulu Segeram banyak penduduk, karena kurang perhatian, banyak masyarakat eksodus bersama anaknya keluar desa, agar bisa menyekolahkan anaknya. Dari ratusan KK penduduk Segeram kini tinggal 33. Sulitnya akses transportasi dan pendidikan membuat desa Segeram ditinggal penduduk aslinya. Pada hal dalam sejarah desa ini merupakan desa tua.

Intinya Kami sangat bersyukur adanya kegiatan TMMD di daerah ini, untuk membuka kases darat baik ke Batubi maupun ke Klarik. Saat ini pembukaan jalan kearah, klarik sudah berjalan sepanjang 5126 m, dengan lebar 10 m. Dan sisi bakal dibangun gorong gorong. Ini sangat membantu anak-anak disini untuk bisa melanjutkan sekolah. Selama ini anak anak hanya tamat SD saja, jika mau lanjut costnya sangat besar. Dengan adanya kegiatan TMMD ini, sangat membantu masyarakat,terutama di daerah terisolir.

Harapan Kami, semoga kegiatan ini berlanjut terus, sehingga jalan tembus akses ke perkotaan dapat kami lalui, dengan roda dua atau empat. Hal itu sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus dapat membuka hati para pejabat Daerah. Jangan hanya mau kampanye saja datang ke sini, setelah duduk hilang.

Sementara itu, komandan Rayon Militer letkol Inpantri Ucu Yustiana. Ketika dikonfirmasi terkait kunjungan kali ini, mengaku, untuk memastikan dan melihat secara langsung kesiapan anggota yang telah melakukan pra TMMD di desa segeram.

Menurutnya Tentara harus siap disegala hal. Bukan hanya, sebagai garda terdepan NKRI, tapi harus siap membangun bersama rakyat baik fisik maupun non pisik. Untuk kegiatan TMMD dilakukan 3 kali dalam satu tahun. Kalau dulu dua kali. Kenapa demikian, sebab satu provinsi, kodimnya gantian melakukan TMMD, dan Kegiatan ini sudah yang ke 98, ucap Ucu.

Adapun kegiatan TMMD Sekarang ini, Kita fokus kepada akses pembukaan jalan, pembuatan jamban bagi warga, sekolah dan mushollah. Sementara jumlah TNI yang sedang melaksanakan TMMD 150 orang, di tambah masyarakat 150 orang. Dari hasil pra TMMD, yang di mulai tanggal 24 Maret sudah rampung 100 persen. Pra ini harus Kita lakukan agar percepatan pembangunan sesuai target. Nanti pada hari Ha, tinggal penyempurnaan, karena Kita dikejar waktu juga.

Adapun Kendala yang Kami alami saat ini, sulitnya akses untuk suplai material, karena lokasi yang Kita kerjakan, kebanyakan terisolir. Pembukaan jalan tembus Segeram Klarik sudah dilaksanakan, meski demikian ada sekitar 3 jembatan kayu yang harus diperbaiki, serta 6 gorong gorong. Akses inilah yang membuat kita sulit menyuolau material. Meski demikian Kami yakin kegiatan TMMD selesai sesuai target, papar Ucu oktimis.

Target kemanunggalan itu sendiri untuk membantu pemerintah daerah membangun tempat tempat terisolir dan terpencil yang sulit di jangkau Pemerintah. Kegiatan TMMD berbeda dengan cetak sawah. Memang kegiatannya, sama mengandalkan TNI membangun bersama rakyat. Sesuai dengan keinginan Pemeritah menjadikan Indonesia sebagai swasembada pangan, maka TNI dilibatkan untuk membantu menggarap lahan. Kendalanya, sulit mencari petani sawah, oleh karena itu Koramil, di seluruh wilayah di didik untuk bisa menerapkan, mendidik para petani untuk menggarap sawah.

Ada tiga jenis ketahanan pangan yang sedang digalakkan, padi, jangung dan kacang kedelai. Tapi untuk tahun ini kita fokus di padi. Dan sudah ada MoU Mentan dengan TNI, ucap Ucu saat meninjau kegiatan pembuatan jamban di SD 015 Segeram. Selanjutnya peninjauan pembukaan jalan Segeram Klarik sepanjang 5 km lebih. Dan pembuatan jamban dirumah warga. >>Roy

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.