mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Berbagai Upaya Promosikan Daerah Seal Anambas Natuna Kembali Digelar

Published on Jun 11 2016 // Berita Utama

Panorama pulau Senoa Pantai CemagaNatuna, (MR)
Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Parawisata, berusaha mempromosikan Kabupaten Natuna ke Negara lain. Berbagai upayapun dilakukan agar Wisata natuna dapat berkembang. Baru baru ini, Sejumlah kapal layar asing, menyinggahi Pulau Tiga. Kapal layar milik 4 negara ini singgah di Kabupaten Natuna, setelah terlebih dulu melintasi Kabupaten Anambas. Menurut Ketua pelaksana, Toni Yudi Pendri, acara tersebut merupakan tindak lanjut dari acar tahun lalu. Ini upaya Kita dalam mempromosikan Natuna ke Negara luar.

Sebenarnya mereka ini, merupakan Rely dari Malaysia timur dan barat. Berhubung, mereka (Kapal layar asing-red) melintasi Laut Anambas dan Natuna, maka Kementerian Parawisata bekerja sama dengan Pemkab setempat, meminta mereka agar mau singgah di Kabupaten Anambas dan Natuna, karena jarak masuknya dari Anambas dan Keluar dari Natuna.

Hal ini merupakan keuntungan besar bagi Daerah yang dilintasi, karena bisa mempromosikan potensi alam, kesenian daerah kedunia luar. Adapun kerja sama yang Kita lakukan adalah, hanya untuk memberikan fasilitas air bersih, dan BBM. Untuk makan minum, hanya Kita siapkan saat acara saja. Kegiatannya sama seperti dulu. Kita akan mempersembahkan tari Japin, Alu, kompang, dan alu.

Kemarin Kita sudah rencanakan, kegiatan ini selama sepuluh hari, mulai dari Pulau tiga, dan diteruskan di Pantai tanjung. Namun karena waktu tak memadai, maka kegiatan tersebut dilaksanakan di Pulau tiga saja. Sebab minggu tanggal 6, sore mereka sudah pulang. Memang ada sedikit kekecewaan, dari jadwal yang sudah ditentukan, ternyata meleset. Namun demikian harus Kita maklumi, sebab mau puasa. Ada empat Negara yang hadir Newzeland, Malaysia, Australia dan Belanda. Kayak (kapal layar) yang ada saat ini sebanyak 14 buah. Mereka sudah ada yang sampai jumat sore, sampai Sabtu pagi tadi. Sementara sore minggu mereka sudah harus berangkat lagi, mengingat terbentur dengan bulan Puasa.

Bupati Natuna, Hamid Rizal, tidak dapat hadir karena ada acara. Namun demikian Dirinya menyerahkan kegiatan kepada, Kepala Dinas parawisata. Dalam sambutannya, Syamsul Hilal mengatakan kegiatan Seal Bahari ini, sangat bagus guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita berkeinginan agar kegiatan seperti ini dapat diagendakan lebih besar lagi setiap tahun.

Nanti Pemerintah akan berupaya untuk membagun sedikit lebih sedikit pasilitas, wisata bahari, sehingga para turis asing betah dan ketagihan untuk berkunjung ke Daerah ini. Bisa jadi dalam pengembangan percepatan wilayah terpencil pariwisata khususnya, dinas terkait dapat bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi.

Dengan menjual keindahan dan panorama wisata Natuna, ditunjang dengan keramahan penduduknya, akan menjadi nilai jual yang tinggi bagi wisatawan. Dengan demikian mereka akan datang berbondong-bondong datang ke Natuna. Bukan hanya itu, berbagai pasilitas teknologi seperti internet mulai kita benahi. Harapan kita kuat, khusus untuk melayani mereka dengan sebaik mungkin. Sebenarnya moment ini harus kita buat sedemikian baik, agar mereka dapat terkesan, sehingga ketagihan datang ke Natuna.

Melihat adanya daya tarik wisata Natuna tidak menutup kemungkinan kita juga akan membangun pelabuhan pariwisata khusus sehingga kapal mereka bisa mendarat tanpa menggunakan speedboat ke darat. Nah itulah harapan kita kedepan dan kita sudah memikirkan bahwa Natuna, akan dikenal di mancanegara dengan sajian-sajian ini. Mereka dapat menginformasikan lewat gambar atau tulisan-tulisan sehingga akan lebih memudahkan Natuna, dikenal di mata dunia.

Lain halnya dengan peryataan ketua organizer Raymond T Lesmana. Mantan staf kementerian parawisata ini, sedikit menyorati, minimnya fasilitas pembangunan di sektor wisata bahari. Pada hal Pemerintah Kita bersuara kencang, kalau Indonesia dikelilingi lautan luas yang sangat menarik. Tapi perhatian untuk membangun pasilitas sangat minim. Coba kita lihat, para pejabat daerah jarang mau berwisata dilaut, tapi kalau kedarat banyak.
Minimnya insfrastruktur wisata bahari, menandakan minat kita masih sedikit dalam mengembangkan sektior wisata. Kebanyakan yang dibangun sarana olah raga darat. Mereka tidak berpikir untuk membagun Gelanggang Olahraga Bahari. Katanya laut kita 70%, kok mikirinnya darat melulu, sesekali pikirin dong Bahari kita. Mengenai itu, Kita dari kementrian sudah pernah melontarkan wacana ini, ke Pemerintah Pusat, lewat Kementerian Perhubungan. Tapi belum ada tanggapan. Karena Kementerian Parawisata sifatnya hanya mengusulkan saja, namun teknisnya di Perhubungan, karena kementrian sekarang, jadi Kementrian Negara tidak ada bagian infrastruktrur.

Raimon, juga sedikit kecewa. Sebab momen seperti ini, jarang dan langka. Dari awal sudah kita rencanakan kegiatan di Natuna selama 10 hari. Namun karena bulan puasa, kegiatan ini hanya diselenggarakan 2 hari. Oleh karena itu, kapal layar seharusnya singgah ke Natuna sebanyak 40 buah, malah yang datang 14 saja. Alasannya sudah pasti, waktunya sempit, hanya buat capek badan saja. Acara dicanangkan kementerian Parawisata ini terkesan sia-sia. Pada hal jika 40 kapal singgah di Natuna, tentu perekonomian masyarakat bakal berjalan.
Kegiatan ini sudah punya Perpres no 105 tahun 2015.tentang kunjungan kapal layar asing (kayatk) ke indonesia. Kegiatan ini sudah berlangsung dari tahun 2003. Jika Pemerintah ingin maju, seharusnya mendorong dinas parawisata untuk mencari dana dari kementerian agar dapat membuat pelabuhan resmi kapal layar. Saya ingin mempromosikan wisata daerah, papar Ramond. Saat ini ada dua rely di indonesia, Tarakan-Papua dan Maluku Tenggara. Tanjung pinang, Natuna dan Anambas.

Terkadang masyarakat sangat sulit di ajak kompromi, apalagi masalah duit. Jika Ia tau tanahnya memiliki potensi wisata, harganya langsung mahal. Kita akui, 15 tahun terakhir, sektor pariwisata belum menjadi skala prioritas bagi pembangunan daerah. Ibarat kata, kita masih di belakang, apalagi dari segi anggaran. Meski demikian, kita tidak bisa mengatakan, semua ini masalah anggaran. Walaupun anggaran kecil, kinerja dinas pariwisata harus tetap berjalan, ucap luffi.

Saat ini, Kami telah merancang satu strategi, bagaimana potensi pariwisata di Natuna bisa berkembang. Mulai dari peningkatan sarana dan prasaranan, penyampaian informasi, dan lain- lain. “Saya sudah usulkan, agar Pemerintah daerah mengelola suatu daerah, untuk di jadikan objek wisata, sehingga daerah itu bisa menghasilkan PAD. Kita adakan tempat hiburan anak- anak, seperti kolam renang, snorflying, dan lain lain. Cuman, sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah daerah, terlebih kepala Dinas Pariwisata. Sepertinya masih belum penting, ucapnya kecewa.

Padahal kita berniat menjadikan daerah itu sebagai tempat wisata unggulan yang mampu menarik minat turis ke Natuna. Karena, daerah itu sangat cocok di jadikan sebagai tempat PhotoGrapy, pemandangannya sangat indah. Kita berharap partisipasi dari pemilik tanah, agar Senubing dapat di kelola, ucapnya. Selain itu ada lagi Pantai batu Kasa yang batu, pantainya besar besar. Namun kendala harga tanah jadi hambatan Inilah permasalahan kami, mungkin timbul pertanyaan bagi masyarakat mengapa dinas pariwisata sepertinya kurang maksimal. masalahnya soal pembebasan lahan yang tidak ada titik temu.Meski demikian, kita sangat bersyukur, karena Dinas Pariwisata masih bisa memberikan PAD bagi daerah. Mulai dari pajak tempat hiburan, hotel, rumah makan. Dan Info nya, tahun ini, kita mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Sebelumnya berbagai masy arakat menyoroti kinerja Dinas Parawisata, karena dianggap tidak mampu mengembangkan sektor wisata penambah PAD Daerah. Bahkan Praksi golkar baru-baru ini menyoroti kinerja Dinas tersebut.

Meski SKPDnya kurang cekatan, Bupati Natuna kala itu, punya jurus jitu, untuk mengembangkan potensi wisata di Natuna. Melalui PT. WCN PRO, dan kementrian pariwisata, Pemkab Mampu mempromosikan Natuna lewat pembuatan filim FTV.

Ia mengatakan, usulan pembuatan filim ini terispirasi dari dari Dandim kabupaten Natuna. Saat itu, Dia datang mengajukan proposal pembuatan filim, dengan biaya anggaran sekitar Rp. 9 M. >>Roy

Leave a comment