Bea Cukai Kediri Musnahkan Ribuan Barang Bukti Penindakan

Kediri, (MR) – KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri, hari ini melaksanakan kegiatan pemusnahan terhadap Barang yang menjadi Milik Negara (BMN) hasil penindakan tahun 2017 dan semester I tahun 2019. Barang-barang hasil penindakan tersebut merupakan barang penegakan di bidang kepabeanan, yaitu barang kiriman dari luar negeri yang masuk dalam kategori barang larangan (larangan untuk diimpor), dan barang pembatasan (dibatasi impornya/perlu izin instansi berwenang). Selain itu, barang yang dimusnahkan juga berasal dari hasil operasi penindakan atas pelanggaran ketentuan di bidang Cukai yang dilakukan oleh unit Pengawasan KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri, (12/10/19).

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri Sunyata mengatakan, Kegiatan pemusnahan BMN ini merupakan komitmen nyata dari KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri dalam rangka mengemban 4 pilar tugas pokok dan fungsi institusi Bea dan Cukai dimana selain sebagai Revenue Collector, Trade Facilitator, Industrial Assistance juga menjalankan fungsi sebagai Community Protector. “Kewajiban Bea dan Cukai melindungi masyarakat dengan cara mencegah masuknya barang berbahaya baik dari sisi keamanan, kesehatan, merusak moral, dan lingkungan hidup,”ungkapnya, Kamis (9/10).

Diketahui, BMN hasil penindakan atas pelanggaran ketentuan di bidang Cukai sebanyak 58 kali terdiri dari : Hasil tembakau berupa Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai sebanyak 72 ribu batang lebih, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tanpa dilekati pita cukai sebanyak 675 botol / kemasan, Liquid Vape tanpa dilekati pita cukai sebanyak 173 botol / kemasan.

“Total potensi kerugian negara sebesar Rp 87 juta lebih. BMN hasil penindakan atas kiriman luar negeri yang merupakan barang larangan dan pembatasan (Lartas), meliputi Sextoys atau vibrator berbagai merk, dan juga sparepart mesin motor, obat-obatan dan aksesoris pakaian,”pungkasnya. (Ags)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.