APBD-P dan KUA PPAS APBD TA 2012 Kabupaten Karawang, Disetujui

Karawang, (MR)

Setelah melalui pembahasan intensif di Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Peme-rintah Daerah, APBD Peru-bahan Kabupaten Karawang TA 2011 serta Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (KUA-PPAS) TA 2012 disepakati bersama oleh DPRD dan Peme-rintah Daerah. Penandatangan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati  Kara-wang dan unsur pimpinan DPRD pada Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung, Rabu (25/10).

Bupati karawang dalam kesempatan tersebut menjelas-kan, terdapat beberapa kondisi yang menjadi penyebab perlu-nya perubahan pada APBD, yang antara lain perubahan asumsi makro dalam rangka penyesuaian atas kebijakan fiskal nasional. “Beberapa item kebijakan fiskal nasional terse-but diantaranya adalah alokasi dana bagi hasil PBB, Dana Bagi Hasil Migas, serta adanya peningkatan target bagi hasil PPH 21, 25, dan 29,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan pada APBD Perubahan 2011, Pendapatan Daerah diprediksi mengalami kenaikan sebesar Rp.197,3 M atau naik sekitar 11,53 persen dari anggaran semula sebesar Rp.1,771 triliun. Dengan demikian Pendapatan Daerah pada APBD Perubahan 2011 menjadi sebesar Rp.1,909 triliun. Kenaikan tersebut disumbang dari kenaikan pada bagian Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS), Dana Perim-bangan, dan  Penerimaan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Syah.

Menurut Bupati, Belanja Daerah pada APBD Perubahan TA 2011 akan mengalami kenaikan sebesar Rp. 228,46 M. Kenaikan Belanja Daerah tersebut akan dilakukan secara selektif dan terbatas pada Belanja Tidak Langsung mau-pun Belanja Langsung.

Pada Belanja Tidak Lang-sung perubahan meliputi ada-nya kenaikan Belanja Gaji Pegawai yang disebabkan ada-nya selisih kesalahan penghitu-ngan, perubahan alokasi belan-ja hibah, penambahan alokasi belanja subsidi, dan penam-bahan alokasi belanja bantuan keuangan kepada Pemerintahan Desa. Sedangkan pada Belanja Langsung, kenaikan meliputi penambahan kegiatan baru berikut alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi dan APBN, penambahan alo-kasi anggaran BOS yang ber-sumber dari APBD Provinsi yang disinergikan dengan BOS Kabupaten, peningkatan ang-garan Jamkesda, pemeliharaan jaringan jalan, anggaran per-siapan MTQ tingkat provinsi di Karawang, pembayaran reke-ning tagihan PJU, penambahan insentif Kasatgas dan Anggota Linmas, serta penambahan alokasi belanja pada skpd dan pergeseran antar kegiatan, obyek dan/atau rincian obyek belanja masing-masing skpd.

Sementara untuk tahun 2012, lanjut Bupati, proyeksi anggaran murni Pendapatan Daerah  tahun 2012 sebesar Rp. 1,850 trilyun, dan proyeksi Belanja Daerah sebesar Rp. 2,271 triliun, atau naik sekitar 12,94 persen dari APBD murni tahun sebelumnya. Jumlah tersebut meliputi Belanja tidak langsung sebesar  Rp. 1,142 trilyun, dengan rincian Belanja Pegawai Rp. 975,78 milyar, Belanja Subsidi Rp. 33,936 milyar, Belanja Hibah Rp. 19,85 milyar, Bantuan Sosial Rp. 19,85 milyar Belanja Bagi Hasil Kepada Pemerintah Desa Rp. 22,23 milyar, Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Rp. 51,85 milyar serta Belanja tidak terduga Rp.  2,5  milyar.

Sedangkan alokasi angga-ran Belanja Langsung tahun 2012, lanjut Bupati direncana-kan sebesar Rp. 1,128 trilyun. Pagu anggaran Belanja lang-sung tersebut diarahkan untuk membiayai program kerja Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan oleh OPD meliputi urusan wajib dan urusan pili-han serta didukung dengan program dan kegiatan yang bersifat rutin pada masing-masing OPD. >>Komarudin

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.