mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

4,2 Millyar Proyek Hybrid Angin dan Tenaga Surya, Bakal Jadi Besi Tua Kinerja Aparat Hukum Dipertanyakan

Published on Mar 29 2013 // Berita Utama

Natuna,(MR)

PUPUS sudah harapan 50 Kepala Keluarga di Desa Cemaga. Halnya Proyek Energi (DME) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga-Hybrid (PLT) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ramah lingkungan dari Pemerintah Pusat, hanya dinikmati sesaat saja. Proyek yang menghabiskan uang negara kurang lebih 4,2 millyar itu, kini jadi pajangan dan bakal jadi besi tua.

Kemarin, pihak kontraktor maupun pengguna anggaran, pernah turun kelapangan untuk melakukan perbaikan. Sebab, sejak beroperasi, hanya tenaga surya saja yang dapat berpungsi, kalau hybrid angin (Kincir angin) tidak dapat beroperasi, itupun hanya 3 bulan, ucap Tiazani, saat di konfirmasi wartawan Sabtu pekan lalu.

Entah kenapa, barang sudah datang, namun tidak diperbaiki, Mereka pergi begitu saja ! barang yang sudah dibeli ditumpuk di gudang. Akibatnya, Desa Cemaga gelap gulita.

Sebagai tokoh masyarakat, kami kecewa, buat apa diperbaiki kalau tidak sampai selesai. Bikin sakit mata dan teliga saja, ucap nya. Namun apalah daya, kami ni masyarakat kecil, tak bisa berbuat apa-apa, ucap lelaki setengah baya itu lirih.

Untuk saat ini, Lampu penerangan jalan pakai zenset miliknya, kasihan orang kampung, gelap pak. Kalau lampu Saya hidup, secara otomatis, lampu jalan hidup, ini bantuan pribadi dari saya. Namun kemampuannya hanya sampai jam 24.00 saja. Makanya Kita berharap, hybrid angin dan surya dapat berpungsi kembali, sambil menunggu listrik dari PLN.

Sementara itu, Ketua Coordinator ICW Kabupaten Natuna, Amrullah, yang turun langsung kelapangan, menyakini, paket Pembangunan Proyek Hybrid Angin dan Surya Di Desa Cemaga Kabupaten Natuna dipastikan “ Jadi lahan korupsi,” Dari Kontrak kerja, Proyek ini dinilai terlambat. Soalnya proyek Menteri ESDM dan Direktorat listrik ini dimulai tahun 2010, dan baru dapat dipungsikan Awal tahun 2011.

Sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) Kontrak no 16/P2K/Pisik/DME/V!!!2010., Pejabat Pembuat Komitmen Ripura Sewana Sigit kegiatan pisik Direktorat Jenderal dan pemampaatan Energi Listrik dan diangkut berdasarkan Keputusan direktur Jenderal Listrik, Ber alamat jln.Hr Rasuna Said Blok x-2 Kav 7-8 kuningan Jakarta 12950. Diva Direktorat jenderal listrik pemamfaatan no.0006/020-051/-2010. Ternyata barang milik Negara ini, sudah rusak sebelum waktunya papar Amrullah. Seingat Dirinya, pada tahun 2012 lalu, pihak Kajari Ranai telah melakukan pengusutan bahkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang berkopenten terhadap proyek ini.

Kami, sebagai organisasi resmi, akan segera menyurati Kajari Ranai, meminta pertanggung jawaban, sejauh mana pemeriksaan proyek ini. Kita tidak main-main, Paket 4,2 millyar, tidak bisa dimamfaatkan. Ini jelas merugikan Negara. Jika Kajari Ranai tidak mau merespon persoalan ini, akan kita laporkan ke Kajati, bahkan persoalan ini, akan kita bawa ke KPK, ungkap Amrullah, saat ditemui dilokasi proyek. Buat apa paket millyaran rupiah diturunkan Pemerintah Pusat ke daerah, jika hanya jadi pajangan saja?,. Kita ingin melihat gebrakan dari Kajari Ranai, yang jelas akan kita surati dulu, apa hasil pemeriksaanya kemarin. Jangan dibilang proyek ini tidak merugikan Negara. Sebab, proyek ini tidak dapat dinikmati masyarakat, ucapnya.

Sebelumnya Saman Hudi dipercaya pihak PT Amonra Daya Sentosa untuk mengurus segala sesuatunya, tidak mau disebut, orang yang harus bertanggung jawab, Sebab pekerjaanya hanya pengurus sekaligus orang yang di percaya memantau segala tagihan tiap bulannya. Kalau masalah tehnik pengoperasian, anggaran dan lain sebagainya bapak tidak tahu menahu, karena yang mengetahui hanya pihak dari PT Amonra Daya Sentosa. Memang salah satu anak buah dari PT itu jarang datang, tetapi pernah kerumah hanya menanyakan bagaimana perkembangan listrinya,” kata Saman Hudi, pada edisi lalu.

Ia juga menjelaskan, pada awal pemasangan, hingga pengoprasiannya listrik tersebut, berjalan baik tanpa ada kendala, sehingga begitu memasuki musim utara diikuti dengan angin kencang, maka kipas diatas tiang lepas dari penyanggahnya. Sebab, tiang penyanggah sangat kecil dan tidak mampu menopang kipas yang bobotnya hampir setengah ton. Permasalahan ini juga sudah, bapak laporkan pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Natuna dan langsung diteruskan kepada pihak PT Amondra Daya Sentosa, untuk segera diperbaiki, setelah mekanik datang, ada alat yang terbakar dan harus dipesan di jakarta,” kata Saman Hudi.

Sementara itu, PT Amonra, di duga telah melakukan rekayasa, dan pemalsuan data, serta pembohongan public, terkait berita acara penyerahan kepada OMS. (Organisasi Masyarakat Surya). Dalam dokumen itu dibunyikan bahwa Hybrid angin dan Surya, berjalan dengan baik, dan telah dinikmati oleh masyarakat Cemaga. Fakta yang terjadi, Hybrid angin tidak pernah berpungsi seperti yang tertuang diberita acara. Hal ini dilakukan untuk memungkinkan dilakukannya pencairan proyek 100 persen. Atau sebaliknya, ada “kong-kalikong” antara pengguna anggaran dengan pihak rekanan.

Investigasi terakhir dilapangan, proyek Energi (DME) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga-Hybrid (PLT) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ramah lingkungan dari Pemerintah Pusat, tampak tidak terurus. Diprediksi, proyek seharga 4,2 millyar ini, bakal jadi besi tua. >> Roy

Leave a comment