4 Terdakwa Nahkoda Kapal Asal Vietnam, di Tuntut, Denda 100juta Rupiah.

 

Natuna(MR) -Sidang tuntutan kasus perkara pencurian ikan di Wilayah ZEE, Indonesia, (Natuna), Selasa/16/7/2019, di Gelar di Pengadilan Natuna.

EmpatTerdakwa, Bui mintan(29), Phan van trung(27), Chien Van nghiek(46) dan lhe van Thai(52), di tuntut Jaksa Penuntut Umum,”Denda 100juta Rupiah, di Pengadilan Natuna Ranai.

Dalam Dakwaan nya, ke Empat Terdakwa melanggar pasal, 85 yunto 9 UUD 1945,tentang perubahan UUD 1945 dan pasal 27ayat2, tentang zona ZEE . Mereka ditangkap karena tidak memiliki izin tangkap dan civi.
Pengadilan Negri Natuna, telah menyita barang bukti berupa, 4 yunit kapal, 4 buah zps, 1set tangkap ikan, 1unit tangkap troll. 1Bendera Vietnam di kembalikan ke Negara Vietnam.

Jaksa penuntut Umum, Imanuel, meminta kepada Majelis Hakim agar ke 4 terdakwa di tuntut, denda Rp. 100juta Rupiah.

Pada pembacaan amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Empat terdakwa secara terpisah memohon kepada Hakim, agar denda tersebut di kurangi, atau di ringan kan sebesar 50juta Rupiah.

Ke empat tersangka mengakui perbuatan nya dan di sumpah menurut keyakinan masing-masing, tidak mengulangi perbuatan sama.

Kami, “Terdakwa” Melalui juru bahasa nya, merasa terbebani dan tidak mampu membayar denda sebesar 100juta Rupiah.

Ke Empat Terdakwa mengaku tidak punya duit, karena Pihak pengusaha tidak ber
tanggung jawab.

Usai Sidang ditutup, kepada media Nanang, hukuman para terdakwa ilegal fhising.Apalagi menyangkut zona ZEE karena harus mengikuti hukum Internasional, di bawah naungan PBB.

Jadi tidak ada disitu hukum badan, beda dengan zona teretorial, sudah pasti kepastian hukum nya, dan mutlak hukum kita berlaku.

Miris memang melihat nya, klw ini semua ingin di rubah dan membuat efek jera untuk, pelaku ilegal fhising, harus rubah Undang-undang nya, tutup nya./ Budi

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.