125 Orang Mahasiswa STAI Diwisuda.Saripuddin: Jadilah Mahasiswa Yang Berkompeten Jangan Impoten.

 

Natuna,(MR) – Suasana pagi di gedung Sriserindit tidak seperti biasanya. Sejumlah muda mudi, berpakaian jubah serba hitam, dipadu dengan toga hitam ,dan fihiasi aksesoris keemasan, membuat sang pemakai bagai seorang  putra mahkota.

Cuaca di pagi hari pun begitu cerah, bak mendukung kegiatan itu.Didalam gedung, terlihat sejumlah orang tua, duduk mengisi kursi  telah disediakan oleh panitia.

Tidak kalah menarik, Bupati Natuna Hamid Rizal,Ketua DPRD, Yusripandi,Wan Siswandi, turut hadir . Bersama Wakilnya,  Hamid duduk bercengkrama, didampingi Ketua STAI Umar Natuna.Namun pakaian melekat pada Wabup berbeda dengan yang  biasa dipakai , saat menjalankan tugas, sebagai Wakil Bupati.

Ngesti Yuni Suprapti berpakaian jubah hitam lengkap dengan toganya. Selidik punya selidik, ternyata , Ngesti, salah satu orang penting di Lingkungan STAI.Ia dipercaya sebagai Ketua 2, bidang administrasi dan keuangan.

Lagu rabana pun terdengar nyaring, saat, sejumlah pengurus STAI, bersama ratusan mahasiswa  mau dilantik berbaris rapi memasuki gedung serindit.

Keceriaan para mahasiswa STAI  terlihat bahagia.senyum lebar terpancar di wajah masing masing. Meski belum dapat dipastikan, paska diwisuda apakah mereka langsung dapat pekerjaan , atau malah jadi pengangguran .

Jelasnya ,paska diwisuda jadi sarjana, mereka sudah punya modal kuat untuk mencari pekerjaan di luar maupun dalam daerah.Acara pun dimulai dengan mengumandangkan ayat ayat suci Alquran.

Bupati Natuna Drs H Hamid Rizal, dalam sambutannya saat menghadiri  Wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam  mengatakan. Ucapan terima kasih atas kedatangan Dr Saripuddin.

Pemerintah daerah sesuai visi misi menetapkan pendidikan jadi pilar utama  dan jadi prioritas,untuk peningkatan SDM. Untuk itu kami bersam legis Latif dan eksekutif akan terus berupaya meningkatkan
Mutu pendidikan.

Ia meminta mahasiswa wisuda harus berpikir positif , bagaimana mengembangkan Natuna  kedepan. Jangan berpikiran mau PTT. Yang ada saja sudah terlalu banyak.Namun saya enggan melakukan pengurangan, biar sajalah yang sudah ada. Sebenarnya ini pemborosan anggaran. Tapi mau gimana lagi. Tak mungkin Kita kurangi.ucap Bupati.

Melalui momen ini berharap pada saripuddin agar terus memperhatikan STAI Natuna .Kalau dapat ditingkatkan lagi, ditambah lagi jurusannya.

Acara wisuda diselenggarakan di Gedung Sri Serindit jalan Yos Sudarso Ranai Kecamatan Bunguran Timur itu, berjalan lancar.

Sekretaris  Panitia, Herman.125, kepada awak media membenarkan jika jumlah peserta wisuda sarjana S1, STAI, Natuna berjumlah 125 orang. Terdiri dari 66 pendidikan agama Islam, angkatan ke 11, dan  59, ekonomi Syariah.angkatan ke 7.
Mereka kuliah rata- rata 5 tahun tercepat 4,5 tahun terlama 6 tahun.

Namun keterlambatan bukan karena lama mengikuti mata kuliah, melainkan ada hal pribadi.”Mereka sudah lulus, tapi belum bisa mengikuti Wisuda “.ucap Herman.

Sementara untuk  nilai  masing masing sudah memenuhi standart  2,75. Bahkan ada yang menonjol, dengan lulusan berprestasi predikat terpuji, nukai 3,66 katanya.

Sementara Ketua STAI , Umar Natuna, mengatakan Sekolah Tinggi Agama Islam sudah berusia 17 tahun tentu sudah banyak memakan garam dalam dunia pendidikan.

Meski demikian masih banyak yang harus di perbuat guna meningkatkan program studi. STAI Natuna saat ini telah naik predikatnya akreditasi dari C menjadi B. Tentu ini jadi kebanggaan bagi Kita. Dengan peningkatan ini,  kepercayaan publik bagi STAI semakin kokoh.

Harapan kami, semoga seluruh mahasiswa yang diwisuda Sarjana  S1 bisa jadi modal sosial untuk bersaing mencari pekerjaan, atau menciptakan lapangan pekerjaan. Kami berharap, mereka ini bisa berbakti di daerah masing.

Jangan berharap atau terpokus pada PNS, masih banyak yang bisa di kembangkan. Karena di manapun mahasiswa lulus sarjana, peluang jadi PNS, sangat tipis.

Banyak paktor dan pekuang yang bisa dicapai. Dengan penguatan, anggaran  desa merupakan peluang, bagi mereka untuk bisa bekerja.

Sementara bagi mahasiswa yang dapat nilai terbaik, akan jadi perhatian Kita, untuk direkrut jadi tenaga pendidikan, administrasi, dilingkungan STAI

Dan bisa jadi kita sekolahkan kepada yang lebih tinggi. Hal ini sudah kita lakukan terhadap mahasiswa terbaik STAI, Zurkarnaen.

Saripuddin, wakil koordinator Kopertais wilayah 12 Riau Kepri, dengan lantang mengatakan STAI Natuna, sudah diakui ,sama dengan sekolah tinggi Negeri. Harusnya masyarakat bersyukur, kepada yayasan ini mendirikan STAI. Dengan demikian tidak perlu lagi jauh jauh menyekolahkan anaknya keluar, dengan biaya lebih tinggi.

Ia juga berpesan agar mahasiswa wisuda, mampu berdiri dan bersaing dengan mahasiswa lain. Jadilah mahasiswa yang berkompeten, jangan impoten.

Tempat sama. Zurkarnaen, saat dikonfirmasi mengakui sedang melakukan pendidikan S2 di Universitas Az-zahra, Jakarta selatan

Sekarang ini lagi, proses ujian akhir. Tinggal nunggu panggilan.biaya
dibantu oleh STAI. Kami ada 4 orang.

Pak Lukman Nurhakim, Bu Dallah, Nikmat Sabli.Tapi yang alumni STAI saya sendiri.

Saat ini sudah jadi dosen biasa, karena belum dapat sertifikasi, karena persyaratan S2.paparnya./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.